Rawan Kecelakaan Akibat Jalan Sempit, Warga Harapkan Pelebaran Jalan

 338 total views,  2 views today

 

Truk Terbalik di Jalan Tanah Abang Pendopo, akibat sempitnya jalan

Truk Terbalik di Jalan Tanah Abang Pendopo, akibat sempitnya jalan.

PALI – Sempitnya jalan Tanah Abang-Modong mengakibatkan jalan tersebut menjadi rawan kecelakaan. Seperti yang dialami oleh Sipen (31 tahun) warga desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Sopir truk BG 9027 C bermuatan karet itu terguling dijalan tersebut. Beberapa meter dari pondok pesantren Ar Rozi Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang.

Sipen yang hendak mengangkut getah karet dengan tujuan Palembang harus terguling masuk ke rawa-rawa yang berada disisi kiri jalan. “Mobilnya terperosok ke jurang karena mengelak dari mobil truk yang ada didepannya. Jalannya sempit, jadi kalau dua mobil truk berpapasan salah satunya bisa masuk jurang,” kata Ambran, kepala desa Sedupi.

Akibat kejadian itu, ‎sebanyak tiga ton getah karet tumpah ke rawa-rawa yang ada disisi jalan. Atas kejadian tersebut Kepala desa Sedupi, Ambran berharap pemkab PALI dapat memperlebar jalan tersebut dari semula empat meter menjadi enam meter. “Sekarang kalau berpapasan jadi susah. Salah sedikit masuk jurang,” kata Ambran.

Tahun 2014 ini saja lanjut Ambran, sudah empat kali mobil masuk jurang akibat jalan sempit tersebut. Pertama warga desa Raja kecamatan Tanah Abang. Kedua warga Desa Purun Kecamatan Penukal. Ketiga, warga Desa Prambatan Kecamatan Abab. Dan terakhir warga Desa Babat Kecamatan Penukal. “Rata-rata korbannya adalah truk pembawa karet. Soalnya kalau lewat jalan sini lebih dekat ke Palembang,” sambung Ambran.

‎‎‎Ruas jalan Tanah Abang-Modong menjadi alternatif warga Kabupaten PALI yang hendak membawa hasil pertanian menuju Palembang. Selain jalan tersebut sudah dicor beton, jalan tersebut juga lebih dekat.‎ Bila biasanya warga memutar melalui Simpang Belimbing dan harus melewati Kota Prabumulih, dengan melalui jalan ini, warga bisa langsung keluar dari Kecamatan Cambai Kota Prabumulih. Pendeknya jarak tempuh akan lebih singkat.

Atas keluhan ini, penjabat Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM kepada wartawan mengungkapkan, pelebaran jalan Tanah Abang-Modong sudah menjadi programnya. “Pelebaran jalan tersebut sudah menjadi program kita tahun-tahun mendatang. Memang kita berupaya mempermudah masyarakat dalam. Menjual hasil pertanian. Dengan mudahnya akses penjualan tentusaja akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang pada akhirnya membuat warga sejahtera,” kata penggagas program PALI Sejahtera 2020 itu.

Karena itu, Heri berharap warga agar bersabar, mengingat anggaran saat ini masih sangat terbatas. Apalagi kondisi jalan yang berupa rawa-rawa mengharuskan dilakukan penimbunan yang menyedot anggaran yang besar. “Warga harap sabar, akses jalan untuk menunjang perekonomian sudah menjadi target kita. Tapi kami imbau, saat pelebaran nantinya, warga tidak keberatan bila lahan kebunnya diambil sedikit untuk pelebaran jalan,” tukas Heri.

 

TEKS : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster