Ratusan Akte Diduga Dirobek Oleh Caleg Gagal

 1,095 total views,  2 views today

akta-kelahiran

Ilustrasi

EMPAT LAWANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdikcapil) Kabupaten Empat Lawang mensinyalir, ada ratusan akte kelahiran yang telah dikeluarkan rusak (di robek, red). Pengrusakan dokumen kependudukan itu, diduga dilakukan sejumlah oknum calon legislatif (Caleg) gagal, pada Pemilu 9 April 2014 lalu.

Berdasarkan informasi dan laporan masyarakat, saat ini Disdukcapil Empat Lawang masih mendata secara pasti, berapa banyak akte kelahiran rusak. “Kita menyesalkan tindakan ini, karena akte kelahiran itu dokumen dari negara dan satu kali dikeluarkan se umur hidup,” sesal Kepala Disdukcapil Empat Lawang, H Choiri Badri yang dibincangi, Senin (19/5).

Diakuinya, sebelum pelaksanaan Pileg, tidak sedikit caleg di Empat Lawang memberikan pelayanan pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akte kelahiran bagi masyarakat secara kolektif. Nah, diduga kesal tidak mendapatkan suara sesuai harapan, sejumlah caleg menarik kembali dokumen kependudukan termasuk akte kelahiran ke calon konsituennya.

Karena emosi, tidak sedikit juga mantan caleg dimaksud merusak atau merobek KK, KTP dan akte kelahiran tersebut. Harusnya dokumen sudah dibuat disampaikan ke pemiliknya. “Kalau seperti ini kan repot, kasihan masyarakat yang sudah diterbitkan aktenya tapi rusak,” kata Choiri seraya menyebut Disdukcapil berharap aksi perobekan akte kelahiran tidak terjadi lagi, jika memang sudah dibuat harap diserahkan ke pemiliknya.

Choiri juga mengingatkan, agar masyarakat melengkapi administrasi kependudukan. Saat ini jelasnya, pelayanan dilakukan maksimal dan gratis, datang sendiri ke kantor tanpa perantara agar jelas. Nah,  bagi yang sudah terlanjur di rusak, silahkan melapor ke Disdukcapil Empat Lawang agar diupayakan solusinya.

Sementara itu, dari keterangan sumber koran ini, pasca pemilu legislatif 9 April 2014 lalu, sejumlah caleg gagal terpancing emosi dan menarik kembali bantuan di masyarakat. Termasuk juga, menarik kembali KK, KTP dan akte kelahiran yang sudah mereka buatkan.

Ini terjadi karena para caleg dimaksud merasa dihianati calon konsituennya, padahal sudah dibantu tapi tidak mencoblos. “Sudah dibantu, idak nyoblos aku. Dasar penghianat, biarlah susah buat dewek kalo nak akte,” ungkap IN (32), sumber koran ini menirukan kalimat oknum mantan caleg ketika menarik bantuannya di masyarakat.

Warga berharap, ada solusi dari Disdukcapil agar dilakukan penerbitan akte pengganti. Sebab, dari informasi pihak Disdukcapil akte kelahiran tidak bisa dicetak lagi kalau sudah diterbitkan. “Kami jadi bingung, tolong di cetak ulang aktenya. Kami siap bayar jika ada biaya penggantian,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster