Polsek Plaju Berpeluang Lolos dari Tuduhan

 700 total views,  2 views today

Kabid Humas Kepolisian Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova

Kabid Humas Kepolisian Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova

PALEMBANG, KS – Kepolisian Resort Kota (Polsekta) Plaju Berpeluang Lolos dari Tuduhan, dengan tewasnya Nurhalimah Utari (10) warga Jalan Rupitan NO 35, RT 15, Kabupaten Banyuasin, yang diduga kuat menjadi korban peluru nyasar, saat anggota Sat Reskrim Polsek Plaju Melakukan Penangkapan.

Hal ini dijelaskan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova. Sebab, menurut Djarot, jarak antara anggota Polsek Plaju dengan keberadaan Nurhalimah sekitar 305 meter. Ini didapat dari olah Tempat Kejadisn Perkara (TKP) di lokasi kejadian yang dilakukan serentak bersama oleh Polda Sumsel dan Polresta Palembang.

“Melihat jarak itu, sangat kecil kemungkinannya proyektil di tubuh Nurhalimah berasal dari anggota Polsek Plaju. Sebab, jarak tembak senpi yang dimiliki aparat kepolisian maksimalnya 50 meter,” kata Djarod, Senin (19/5).

Namun, lanjut Djarod, kepastian proyektil di tubuh Nurhalimah berasal dari senpi jenis apa masih harus menunggu uji Balistik di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel. Saat ini, uji Balistik masih terus dilakukan dengan cara menembakkan senpi yang dimiliki anggota Polsek Plaju saat penangkapan.

Dari pemeriksaan ini bisa diketahui apakah ada persamaan proyektil antara Senjata Api (Senpi) Polsek Plaju dengan yang ada di tubuh Nurhalimah, yang proyektilnya kini sudah diamankan di Labfor Polda Sumsel. Setidaknya, Polda Sumsel butuh waktu dua pekan untuk mengungkap kepemilikan senpi dari proyektil yang ada di tubuh Nurhalimah.

“Kita juga sudah memintai keterangan 13 saksi, yang berasal dari anggota Polsek Plaju dan saksi di lokasi kejadian. Jadi, kita belum tahu proyektil di tubuh korban berasal dari senpi siapa,” kata Djarod.

Sementara itu, terkait laporan keluarga Nurhalimah di Propam Polda Sumsel rupanya belum diterima pihak Polda Sumsel. Diungkapkan Djarod, keluarga Nurhalimah baru membuat surat laporan biasa yang sudah diterima oleh Polda Sumsel.

“Rencananya, keluarganya akan kembali ke Polda Sumsel Senin (19/5). Kalau bukti dan saksinya lengkap, kita akan menerima laporan mereka,” jelas Djarod.

Seperti diketahui, Nurhalimah tewas usai terkena peluru nyasar di sekitar rumahnya yang berlokasi di Sungai Kedukan Jalan Rupitan No 35 RT 15 Banyuasin. Di saat bersamaan, sejumlah anggota Polsek Plaju ada di sekitar lokasi karena sedang memburu pelaku jambret.

Berdasarkan keterangan warga, terdengar beberapa kali suara letusan Senpi sesaat sbelum Nurhalimah tak sadarkan diri terkena peluru nyasar.

 

TEKS : OSCAR RYZAL

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster