Jokowi dan Prabowo Sama-Sama Punya Peluang Menang

 236 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Dua pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) yakni Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa, Senin (19/5), mendeklarasikan pencalonan mereka di tempat berbeda.  Jokowi-JK mendeklarasikan pencalonan mereka di Gedung Joeng, Jakarta. Sementara Prabowo-Hatta, menggelar deklarasi di rumah Polonia, Otista, Jakarta Timur.

Kedua pasangan capres-cawapres ini menurut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Alfitri, keduanya bakal bersaing ketat di Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang.

“Dua pasangan ini, akan bersaing ketat di Pilpres. Jika ada pasangan lain, misalnya Abu Rizal Bakrie (ARB), itu tidak lebih sebagai penggembira saja,” kata Alfitri yang dibincangi, kemarin.

“Pasangan Jokowi-JK, memang sudah diprediksi sejak awal. Ketika duet ini terwujud, maka akan ada persaingan ketat antara Jokowi – JK dan Prabowo – Hatta yang punya kekuatan berimbang,” ungkapnya.

Kendati secara elektabilitas Jokowi-JK lebih unggul namun menurut Alfitri, kekuatan Prabowo – Hatta tidak bisa dianggap remeh. Dengan pengaruh para pendamping, peta kekuatan bisa saja berubah. Tinggal bagaimana mesin politik masing-masing partai politik (parpol) pengusung, bergerak. “Masing-masing parpol pengusung akan berperan. Mesin mana yang lebih baik, maka pasangan tersebut yang diusung bisa menang,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Palembang, Solehun menilai kedua pasangan ini mempunyai peluang  fifty fifty, untuk meraih kemenangan di pilpres.

Sebab kedua pasangan tersebut jelas Solehun, mempunyai basis massa yang relatif imbang. “Keberadaan JK yang mendampingi Jokowi, bisa menarik sentimen masyarakat Indonesia timur. Sementara Hatta yang mendampingi Prabowo, menjadi penarik masyarakat Sumatera. Kemenangan mereka sangat bergantung pada kemana Golkar dan Demokrat berlabuh, mengingat kedua partai ini hampir dipastikan gagal buat poros baru,” ucapnya.

Disamping itu terang Solehun, kemenangan juga sangat bergantung bagaimana menarik massa mengambang, terutama seputar tawaran harapan Indonesia yang lebih baik melalui program-program yang terukur.

Terpisah tokoh HMI Sumsel, Azwar menyebut walau salah satu tokoh HMI yakni Jusuf Kalla, maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi, bukan berarti kader HMI dan alumni HMI akan mendukung salah satu pasangan calon.  “HMI dan KAHMI bukanlah organisasi politik, namun jika mereka membawa nama pribadi silakkan saja,” tukasnya.

 

TEKS         : ARDHY (MG)

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster