Harga Karet Jatuh, Petani Menjerit

 283 total views,  2 views today

Seorang pengepul karet sedang menyusun karet hasil pembeliannya dari warga

Seorang pengepul karet sedang menyusun karet hasil pembeliannya dari warga

PALI – Hampir seluruh warga  Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang mayoritas bekerja sebagai petani karet kembali menjerit. Hal ini terkait makin merosotnya harga karet di kalangan petani. Pekan terakhir, harga karet mencapai angka Rp4 ribu setiap kilogramnya.

Sedangkan aliran dan tetesan getah karetpun, saat ini tidak mengalir secara normal seperti biasanya. Lantaran, pohon karet sendiri sedang mengalami kekeringan akibat perpindahan iklim dari penghujan memasuki musim kemarau tahunan.

“Memang nian pak, harga karet disini sangat memprihatinkan. Sedangkan karet merupakan pekerjaan rata-rata seluruh warga didusun ini pak. Jadi sangat pengaruh pak kalau harga karet murah di wilayah Abab ini,” ujar salah satu petani karet, Suku, warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab, Senin (19/5).

Hal yang sama juga disampaikan Soh, warga Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi. Petani muda ini merasa resah, karena tidak lama lagi akan memasuki Bulan Ramadhan dan tahun ajaran baru. Soh mengaku bingung dengan pendapatan yang ia peroleh saat ini yang hanya Rp 150ribu per minggu. Padahal ia harus memenuhi kebutuhan anaknya yang mau masuk Sekolah Dasar.

“Kalau biaya sekolahnya memang gratis, kak. Tapi sekolah kan perlu beli baju, seragam, sepatu alat tulis dan buku. Paling tidak harus ada duit sejuta. Dengan pendapatan begini, darimana dapatnya uang sebanyak itu,” ujarnya dengan raut wajah sedih. “Kalau tidak ada perubahan, mungkin sekolah anak saya ditunda tahun depan,” tambahnya dengan nada pelan.

Sementara, Antoni, salah satu pengepul karet mengatakan, merosotnya harga karet yang dibelinya, lantaran saat ini harga karet di pabrik memang mengalami penurunan. “Memang harga di pabrik turun. Jadi kami terpaksa ikut turun juga. Bukan karena kami sengaja, pak,” terangnya.

Dirinya juga mengharapkan agar pemerintah Kabupaten PALI, untuk mencari solusinya mengapa harga karet menjadi anjlok. “Semoga saja pemerintah bisa memperhatikan kita petani karet ini. Dengan adanya penurunan harga terus menerus, jelas tidak akan membuat kita sejahtera,” pungkasnya.

 

TEKS : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster