Dewan Akan Godok Tiga Raperda Inisiatif

 256 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG – Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tengah menggodok tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif, untuk segera di jadikan Peraturan daerah (Perda). Tiga Raperda tersebut yakni Raperda pengelolaan air limbah Domestik, kemudian raperda Pengolahan Sampah rumah tangga dan Raperda Perlindungan Perempuan dan anak korban kekerasan.

Menurut Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang disampaikan oleh Ni Wayan Siti Sunaryase, pihaknya menyetujui tiga raperda tersebut untuk dibahas dalam pansus di DPRD OKI.

”Kita mengapresiasi adanya inisiatif dalam merancang tiga raperda yang diusulkan, karena saat ini untuk pengolahan air limbah itu sangat perlu agar air sungai komering tidak tercemari oleh limbah yang datang dari tempat usaha ataupun dari rumah tangga,” kata Ni Wayan Siti.

Kemudian mengenai Perda tentang Pengolahan sampah juga sangat  perlu, walaupun saat ini pengolahan sampah untuk di lingkungan perkotaan kayuagung sudah cukup baik, tetapi untuk kawasan pedesaan belum maksimal.

”Kemudian mengenai Raperda Perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan juga sangat perlu, apalagi kasus kekerasan perempuan dan anak di OKI terus mengalami peningkatan, hak ini sesuai data kasus yang ditangani oleh unit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres OKI,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Fraksi partai Demokrat yang disampaikan oleh Taufik, mengatakan pada dasarnya pihaknya sangat setuju tiga raperda itu di bahas di tingkat pansus DPRD, tetapi pihaknya mengusulkan agar Raperda Pengolahan air limbah Domestik dan  raperda pengolahaan Sampah rumah Tangga dapat digabung jadi satu raperda.

”Dua raperda tersebut lebih baik di gabung jadi satu perda saja, karena sama-sama membahas tentang penanggulangan limbah, sementara untuk raperda Perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, pihaknya sangat mendukung dan berharap segera dibahas dan disahkan jadi perda,” ujarnya.

Berbeda dengan Fraksi partai Golongan karya (golkar) yang hanya menyetujui dua raperda saja untuk dibahas ditingkat pansus yakni raperda Pengolahan sampah rumah tangga dan Raperda perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, sementara untuk raperda  Pengelolaan limbah Domestik tidak perlu dilanjutkan untuk dibahas di tingkat pansus.

Pihaknya berpendapat bagi  setiap tempat usaha, rumah sakit dan sebagainya yang  akan beroperasi diwajibkan untuk mengantongi Analisis Dampak Lingkungan (amdal)  dan hal itu sudah diatur oleh undang-undang.

“Sehingga kami berpendapat Raperda Pengelolaan limbah domestic itu tidak perlu,” katanya.

Terpisah Fraksi Hanura, yang disampikan oleh Kamaludin, pihaknya berpendapat untuk Raperda pengelolaan Limbah Domestik dan Raparda Pengolahan sampah rumah tangga lebih Praktis untuk digabungkan menjadi satu Perda karema memiliki kesamaan materi.

”Perda perlindungan perempuan dan anak justru yang sangat mendesak, apalagi saat ini banyak terjadi kekerasan terhadap anak terutama kekerasan sek sual, oleh sebab itu pemerintah daerah sangat bertanggung jawab terhadap perlindungan anak-anak di OKI yang nantinya akan melanjutkan pembangunan di OKI ini,” jelasnya.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster