Tak Ada Lagu Sumsel di HUT Sumsel , Alex Peringatkan Wali Kota/Bupati

 251 total views,  2 views today

Alex Noerdin

Alex Noerdin

PALEMBANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sumatera Selatan (Sumsel) ke-68, Kamis (15/5), dirayakan dengan ditandai rapat paripurna istimewa DPRD Sumsel. Tak ada “pesta” berlebihan dalam peringatan HUT Sumsel tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera, rapat paripura istimewa yang menandai peringatan HUT Sumsel tersebut, dihadiri sejumlah bupati/wakil bupati, wali kota/wakil wali kota di Sumsel. Sejumlah pejabat juga terlihat hadir, seperti Panglima Komando Daerah Militer  (Kodam) II Sriwijaya, dan pejabat lainnya.

Namun sayangnya, tidak semua anggota DPRD Sumsel yang hadir. Catatan Kabar Sumatera, setidaknya hanya ada 35 anggota dewan yang hadir dari 75 anggota. Usai mendengarkan kata sambutan dari Ketua DPRD Sumsel dan Gubernur Sumsel, dipenghujung rapat paripurna istimewa tersebut, anggota dewan dan undangan dihibur oleh suara emas Joy Tobing.

Sayangnya, lagu-lagu yang dibawakan penyanyi yang dibayar Rp 500 juta, untuk satu kali tampil ini, bukanlah lagu-lagu Sumsel. Tak terdengar lagu-lagu khas Sumsel seperti Dirut, Cup Mak Ilang, atau Ombai Akas. Joy, justru melantukan dua lagi Batak dengan judul “Situmorang”  dan “Alusia”. Bahkan saat lagu Situmorang didendangkan, salah satu anggota dewan ikut bernyanyi.

“Masa saat perayaan HUT Sumsel, lagu yang dikumandangkan justru lagu dari provinsi lain. Sumsel ini punya banyak lagu daerah, yang tidak kalah baiknya dengan lagu dari daerah lain,” sesal mantan Wakil Ketua DPRD Sumsel, Fatimah Rais yang dibincangi usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumsel, kemarin.

Hal senada disampaikan mantan Ketua DPRD Sumsel, Adjis Saip. Harusnya kata Adjis, peringatan HUT Sumsel harusnya dikemas dengan nuansa khas Sumsel, selain mengenakan pakaian adat, lagu yang dibawakan juga lagu Sumsel.

”Kalau penyanyinya tidak bisa bawakan lagu Sumsel, seharusnya disiapkan opsi penyanyi lain. Apalagi artis ibukota, tak sedikit ada yang berasal dari Bumi Sriwijaya. Pastinya dengan rasa bangga lagu yang dibawakan dari daerah asalnya,”  kata Adjis.

Tegur Bupati/Wali Kota

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat menyampaikan kata sambutannya mengatakan, ia kecewa dengan wali kota dan bupati di Sumsel, yang tidak kompak. Saat pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) di Muba beberapa waktu lalu, hanya ada beberapa kepala daerah yang hadir.

Ia berharap, dengan adanya peringatan tersebut, mereka bisa lebih aktif lagi. Tidak hanya itu, Alex juga sangat mengapresiasi kepala daerah yang rajin datang. Pada kesempatan yang sama, Alex menyampaikan sejarah dan kebesaran kerajaan Sriwijaya. Dia ingin, kebesaran Kerajaan Sriwijaya bisa kembali terulang. “Ada banyak program yang masih harus diselesaikan diantaranya, jalan tol Palembang-Inderalay, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Jembatan Musi dan lainnya,” ujar Alex.

Tidak hanya itu, Alex juga mengatakan saat ini Pemprov Sumsel sedang berkompetisi untuk merebut Asean Games 2014, setelah Vietnam mengundurkan diri karena tidak sanggup untuk melaksanakan event tersebut. ”Nah karena Vietnam mengundurkan diri, maka Indonesia mengajukan diri untuk menjadi penyelenggara perhelatan akbar tersebut dan 3 kota yang ditawarkan adalah Jakarta, Surabaya dan Palembang. Kalau penyeleksinya transparan, saya yakin Palembang terpilih, karena hasil survei panita dari Dubai, Palembang paling siap,” jelasnya.

Ditambahkan Alex, Apabila Sumsel terpilih menjadi tuan rumah pesta olahraga tersebut, maka pembangunan di Sumsel bisa lebih cepat lagi, karena anggaran-angan pusat banyak turun ke Sumsel.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster