Sumsel Dihadiahi Perahu Amphibi

 257 total views,  2 views today

kegiatan yang telah dilaksanakan BPBD adalah simulasi Penanggulangan Bencana Daerah, Senin  (3/3)  di Desa Sugih Waras.

Ilustrasi BPPD Sumatera Selatan

PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Sumsel mendapatkan “bingkisan” berupa perahu amphibi, yang nilainya diperkirakan lebih dari Rp 3 miliar. Bantuan kendaraan siap tempur ke daerah bencana alam tersebut, merupakan bantuan dari pemerintah pusat sebagai bentuk penghargaan terhadap BPBD Sumsel, selama menangangi bencana alam.

Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto menegaskan, BPBD Sumsel pada 2012 lalu, meraih status terbaik dalam bidang pasca bencana serta akuntabilitas terbaik pada 2013 lalu. “Atas dasar inilah kita mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat,” kata Yulizar, kemarin.

Perahu Amphibi ini sendiri, terparkir tepat dimuka kantor tersebut, kendati tetap berbentuk perahu, namun dihiasi roda-roda kuat yang berada di sisi kanan dan kiri perahu karet lengkap dengan kemudi dibagian tengah perahu. “Ini khusus daerah banjir dan perkotaan. Pusat memiliki enam buah, Sumsel mendapatkan satu,” kata dia.

Dengan adanya bantuan perahu tersebut, pihaknya kian optimistis semakin sigap untuk menangani bencana, sebab potensi bencana, terutama banjir di Sumsel cukup tinggi. Bila terjadi bencana maka yang paling sibuk adalah BPBD di setiap daerah yang terkena bencana, maka BPBD Provinsi selalu siap bila ditugaskan. “Namun kami tetap berharap dan berdoa jangan sampai terjadi bencana di daerah ini,” jelasnya.

Sebagai upaya untuk menunjang keterlatihan koordinasi dan kesigapan dalam menangani bencana, BPBD tetap menggelar sejumlah pelatihan kebencanaan. “Intinya, BPBD ini merupakan badan keluarga. Masing-masing tidak menonjolkan kekuatannya. Semua bekerja sinergis,” tegasnya.

Terkait zero hotspot sendiri, lanjutnya, kondisi cuaca memang mengalami anomali. Seharusnya, bulan ini masih berada dalam musim hujan, hanya saja sudah kemarau. Kebakaran di Riau, dinilainya diluar perhitungan. “Setiap ada pelaporan, seluruh BPBD di kabupaten/kota, kita minta turun untuk menanggulanginya. Inilah yang membuat kondisi titik api di Sumsel zero,” jelasnya.

Sementara, Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki mengatakan, bertambahnya kekuatan kendaraan, BPBD diharapkan tetap maksimal untuk membantu korban bencana alam, terutama masyarakat yang berada di area rawan bencana.

Ia menilai, Sumsel cukup tinggi resikonya dilanda banjir, mengingat kontur tanah yang mendukung untuk resapan air. “Setiap tahun, laporan kita terhadap bencana alam terutama banjir terus terjadi. Tentunya kita menginginkan, kondisi ini bisa terus ditekan,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster