PLN Rugi, Tanjung Sakti Marak Meteran Ilegal

 393 total views,  2 views today

pln

Ilustrasi PLN | Ist

PAGARALAM – Hasil investigasi petugas gabungan PLN Ranting Pagaralam dan PLN Cabang Lahat, ditemukan sedikitnya 600 meteran illegal terpasang di sejumlah rumah warga yang terdapat di 32 Dusun se-Kecamatan  Tanjung Sakti PUMI, Kabupaten Lahat.

Terkait hal itu, Kepala Ranting Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Pagaralam Edi Budiyanto tidak menampik kemungkinan ada keterlibatan orang  dalam terkait adanya pencurian arus listrik atau pemasangan meteran illegal tanpa dilengkapi rekening resmi dari PLN.

Menurut Edi, pihaknya melakukan investigasi bersama tim gabungan dari PLN Cabang Lahat di 32 Desa yang ada di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI, terdapat hampir 600 unit meteran illegal tanpa dilengkapi rekening resmi dari PLN. Sehingga petugas gabungan langsung melakukan pemutusan arus di sejumlah rumah warga setempat.

“Hingga saat ini, pihaknya banyak menerima laporan warga terkait adanya pemutusan arus listrik yang dilakukan petugas gabungan terkait maraknya pemasangan meteran litrik illegal. Hal itu terjadi biasanya dilakukan petugas outsourcing,” katanya.

Maraknya pemasangan meteran listrik illegal itu lanjut Edi, pihaknya tidak akan segan-segan akan menindak tegas bila ada keterlibatan orang dalam. Oknum tersebut akan dipecat dari jabatannya, apakah itu pegawai atau outsourcing.

“Kita bisa memberhentikan oknum tersebut, karena kita punya aturan untuk itu. Namun  tergantung pelanggarannya, kalau berat pasti kita berhentikan,” tegasnya.

Kendati demikian kata Edi,  jika ada orang dalam yang terlibat akan diserahkan kepada pihak berwajib. Mengingat hal itu merupakan tindak pencurian arus litrik dan PLN kerap merugi akibat banyaknya pencurian arus listrik. Ia mengimbau agar masyarakat untuk tidak percaya kepada oknum-oknum yang mengaku bisa melakukan penambahan daya listrik, tanpa mendaftar ke PLN.

“Bagi masyarakat yang sudah menjadi pelanggan atau belum, agar jangan mudah percaya kepada orang-orang yang mengaku bisa mengurus daya listrik. Sebaiknya langsung dating saja ke kantor PLN terdekat,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk pertumbuhan pelanggan di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI baru sekitar 20 persen yang membayar rekening PLN. Sedangkan sisanya semuanya pemasangan illegal dan tunggakan di daerah tersebut begitu tinggi.

“Kami minta masalah ini segera diungkap agar pihak PLN tidak selalu merugi. Mengingat setiap bulannya PLN mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta per bulan terhadap 600 pelanggan ilegal tersebut,” jelasaya seraya berujar kita tetap mengedepankan pelayanan prima, karena kita sangat mengharapkan agar arus listrik selalu hidup di Pagaralam dan sekitarnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah mendata sekitar  600 pelanggan yang tidak mempunyai rekening resmi dari PLN. Sementara warga yang mulai melakukan pemasangan baru dan pengurusan rekening listrik  hampir sekitar 70 pelanggan, setelah arus listrik dirumah mereka dilakukan pemutusan akibat dipasang meteran illegal.

“Sejauh ini pihak PLN tengah menunggu hasil rekap dari sejumlah Kades yang ada di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI. Karena ada beberapa Kades minta waktu agat tidak diputus aliran listrik kerumah warga hingga bulan Juli mendatang, sebelum warganya melakukan pengurusan pemasangan baru,” jelasnya seraya berkata untuk pemasangan baru plus denda dikenai biaya Rp 2.2 juta.

Terpisah, salah satu warga Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti PUMI yang tidak mau namanya disebutkan menuturkan,  ada oknum berinisial IC menawarkan meteran yang diduga illegal tersebut kepada sejumlah  warga berikut biaya pemasangan berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

“Oknum IC mengatakan kepada warga, setelah meteran di pasang nanti akan keluar rekening resmi dari pihak PLN,” bebernya seraya berujar pemasangan meteran illegal tanpa rekening tersebut sudah berlangsung hampir 1 tahun lamanya,  bahkan ada yang sudah mencapai 5 tahun belum juga dikeluarkan rekening listrik resmi dari PLN.

 

TEKS    : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster