Disimpan Dalam Kamus Replika, Sabu Senilai Rp100 Juta Diamankan

 252 total views,  2 views today

 

Ilustrasi Sabu

Ilustrasi Sabu

KAYUAGUNG – Jajaran sat narkoba Polres Kabupaten OKI, kembali berhasil mengungkap kejahatan Bandar  narkotika di wilayah Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji.

Rombongan polisi yang bergerak dari polres sebanyak dua mobil, langsung menuju rumah Indra, yang diduga bandar narkoba. Kendati gagal menangkap, Indra, namun setelah polisi menggeleda, seisi rumah, tepatnya di dalam lemari, polisi menembukan kamus bahasa Inggris yang ternyata sauda dikamuplase atau jenis replika yang didalamnya berisi, dua bungkus  sabu sebesar  94,6  gram,4 butir inek warna merah, timbangan digital, serta satu bal bungkus platik, serta uang Rp150 ribu termasuk kamus replika yang diamankan sebagai barang bukti yang jumlahnya kurang lebih mencapai Rp100 jutaan.

Gagal menangkap, Indar, polisi juga menganmakan istrinya, Marlina, warga Desa Pedamaran VI, yang saat ini menetap di Desa Pematang Panggang, karena ikut sang suami. Polisi terus mengembangkan kasus ini, karena diduga masih ada pelaku lain yang terlibat dalam peredaran bisnis haram ini, khususnya di wilayah  Mesuji OKI.

Kapolres OKI, AKBP Erwin  Rachmat Sik, didamping Kasat Narkoba,  AKP Dwi Handoko dan dan Kabag Humas Polres OKI, AKP Abdul Halim, Rabu (13/5), menjelaskan, pengungkapan kasus ini, berawal dari infomasi masyarakat yang diterima pihak Polres OKI, setellah dilakukan penyelidikan, anggotanya langsung datang ke rumah tersangka Indra, ternyata setelah digelada, polisi berhasil menemukan barang-bukti yang dimaksud, tak terkecuali istrinya yang diduga terlibat dalam bisnis haram tersebut.

”Untuk mengelabui petugas sabu disimpan di dalam kamus yng sudah di kamuplase, ternyata begitu kita pegang, itu bukan kamus, melainkan kotak tempat penyimpan sabu,” jelas Kapolres.

Marlina, istri tersangka Indra yang berhasil kabur, saat diamankan di Mapolres OKI, mengaku,sudah mengetahui suaminya melakoni bisnis sabu terhitung sudah enam bulan, kendati demikian, kata diia, dia tidak pernah memakai barang haram itu.

“Saya tidak pernah memakai pak, saya hanya tahu saja, dan sudah sering menasehati suami agar berhenti, namun karena lelaki, tidak pernah mau dinasehati, hingga akhirnya kejadian seperti ini ditangkap polisi,” kata ibu dua anak ini.

Marlina mengatakan, dirinya hanya pasrah setelah ditangkap polisi, namun kendati demikian, dirinya berharap proses hukum yang akan dijalaninya nanti tidak terlalu lama, karena ujarnya dirinya akan sebatas tahu saja bisnis suaminya, bukan pemakai maupun ikut mengedarkan narkoba ke para konsumen,” Ya bias ringan kalau bias itu harapan saya, kasihan sama anak-anak,” harapnya.

Ditambahkan Kapolres OKI, melihat dengan barang bukti sebanyak ini, polisi terus akan mengembangkan kasus ini. Untuk sementara, sanksi hukum yang akan dikenahkan kepada tersangka, maksimal hukuman 20 tahun penjara, atau 5 tahun penjara, sesuai dengan unndang-undang narkotika.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster