Bocah SD Tewas Tertembak, Polisi Sebut Bocah 13 Tahun Pelakunya

 295 total views,  2 views today

 

Ilustrasi

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Tragis nasib yang dialami Nurhalimah Utari. Bocah yang masih berusia 10 tahun itu, Kamis (14/5), tewas akibat luka tembak dibagian dada kanannnya, yang diduga akibat dari senjata api (senpi).

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat warga Desa Sungai Kedukan, Jalan Prupitan, RT 15, Kecamatan Rambutan, Banyuasin itu pergi bermain tak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba terdengar suara tembakan.

Korban yang masih duduk dibangku kelas empat Sekolah Dasar (SD) itu, mendadak terjatuh bersimbah darah. Melihat itu, warga pun langsung berhamburan menyelamatkan korban dan membawanya ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP). Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong.

Peluru nyasar yang merenggut nyawa korban tersebut, diduga warga berasal dari tembakan senpi milik anggota Polsek Plaju, yang saat bersamaan sedang membekuk pelaku penjambretan. Saat itu, tembakan juga sempat dilepaskan oleh anggota Polsek Plaju.

Namun Kepala Polsek Plaju, AKP Siti Faridah yang di konfirmasi membantahnya. Ia membenarkan, memang ada kesamaan tembakan namun lokasinya berjauhan yakni satu kilometer.

“Dari ciri lukanya,  diduga bukan dari tembakan senjata api milik anggota. Diduga tembakan tersebut berasal dari senjata api rakitan jenis kecepek. Kita juga sudah menggali informasi, pelakunya masih berusia 15 tahun. Identitas pelaku, sudah kita berikan ke Polsek Rambutan,” terang Faridah.

Sementara orangtua korban, M Davis (46) dan Saodah (40), belum bisa komentarnya. Keduanya masih terlihat shock dengan kejadian tersebut. Pantauan Kabar Sumatera di kamar jenazah Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH) Palembang, Saodah, tak henti-hentinya meratapi kepergian putri bungsunya tersebut.

Nurhalimah adalah anak kedua dari dua bersaudara, namun kakaknya, Wulan, sudah terlebih dahulu meningga dunia. Sehingga korban, menjadi anak satu-satunya dari pasangan Davis dan Saodah.  “Habis anak saya, tidak ada lagi anak saya” jerit Saodah yang terus menangis.

Dibincangi terpisah, Kepala Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin, AKBP M Ilhsan saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya kejadian itu, kini sudah ditangani Polsek Rambutan.  “Kasusnya sudah ditangani Polsek Rambutan, dan sedang tahap penyelidikan. Pelakunya diduga adalah warga sipil,” tegasnya.

Siapa pelaku penembakan yang merenggut nyawa Nurhalimah ? akhirnya bisa diketahui, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polsek Rambutan. Warga sipil yang dimaksud Kepala Polsek Plaju adalah pelaku penembakan, ternyata adalah bocah yang baru berusia 13 tahun.

Dia adalah Andika Pratama (13), siswa SMP Negeri 24 Banyuasin. Didampingi orang tuanya usai menjalani pemeriksaan, Andika bingung dengan tudingan yang diarahkan kepadanya tersebut.  “Saya dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, sekolah. Saya tidak tahu kenapa saya yang dituduh menembak,” kata Andika kebingungan.

Ayah Andika, Eka Susila (36), juga tak kalah bingungnya dengan tudingan yang dialamatkan polisi kepada anaknya tersebut. Ia pun tidak bisa menerima tudingan itu. “Polisinya yang gila, anak saya sekecil ini dituduh menembak. Mana pakai senapan angin pula. Mau mengangkat senapan saja dia tidak sanggup apalagi menembak, itukan di luar logika,” cetus Eka.

Ekapun rencanya  melaporkan pencemaran nama baik tersebut ke Polda Sumsel. “Saya tidak terima anak saya dituduh seperti ini,” tukasnya.

 

TEKS             : OSCAR RYZAL

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster