Penetapan Caleg Terpilih DPRD Palembang, Gerindra Gugat KPU ke MK

 409 total views,  2 views today

gerindra

PALEMBANG – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Palembang, tidak puas dengan putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, yang menetapkan Calon Anggota Legislatif (Caleg) untuk DPRD Kota Palembang terpilih periode 2014-2019.

Partai berlambang kepala burung garuda ini, akan menggugat keputusan KPU Kota Palembang tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pernyataan ini disampaikan saksi Partai Gerindra, Muhidin saat rapat pleno terbuka penetapan caleg terpilih yang digelar KPU Palembang, kemarin.

“Secara umum kami puas dengan hasil ini, namun kami akan tetap melakukan gugatan ke MK,” kata Muhidin, saat menyampaikan intrupsi sesaat sebelum Ketua KPU Palembang, Abdul Karim Nasution membacakan penetapkan perolehan kursi dan calon terpilih untuk anggota DPRD Kota Palembang periode 2014-2019.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, gugatan yang akan disampaikan Partai Gerindra ke MK tersebut, terkait dengan gagalnya Raden Gempita terpilih menjadi anggota DPRD Kota Palembang dari Daerah Pemilihan (Dapil) III.

Caleg Gerindra itu, harus merelakan kursi ke pesaingnya dari PDI Perjuangan karena kalah selisih suara. Raden Gempita sendiri, adalah putra dari Ketua DPD Gerindra Sumsel, Nur Iswanto yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Menanggapi ini, Ketua KPU Palembang, Abdul Karim Nasution menyatakan hal tersebut tidaklah menjadi hambatan pengesahan penetapan. “Silahkan saja mengajukan gugatan ke MK, namun proses penetapan tetap berlangsung.  Itu haknya partai. Sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 29 tahun 2012, keberatan saksi tidak menghambat penetapan. Kita hargai saksi. Kami tunggu tandatangan pengesahan,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Komisioner KPU Palembang Divisi teknis, Firamon. Menurutnya sesuai PKPU No 8 tahun 2014, apabila penetapan ada gugatan terhadap penetapan perolehan kursi dan calon terpilih untuk anggota DPRD, tidak akan mempengaruhi proses penetapan itu sendiri dan Parpol dapat langsung menyampaikannya ke MK. “Untuk batas akhir sesuai mekanisme keberatan secara nasional disampaikan malam ini pukul 23.59 WIB atau sebelum pukul 00.00 WIB,” tukasnya.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH (MG)

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster