‘Markas’ Bandit Curanmor di Jalintim Wilayah Hukum Polsek Teluk Gelam

 360 total views,  2 views today

Ilst. Residivis

Ilst. Residivis

KAYUAGUNG – Rumah kosong tak berpenghuni nampak seram dan angker. Terletak di pinggir jalan lintas timur (Jalintim), Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Disekitar Jalintim dekat rumah itu, memang terlihat sepi baik malam hari maupun siang hari. Lokasi ini kerap dijadikan kawanan bandit curanmor Jalintim beraksi menunggu mangsanya yang lewat. Korban perampokan di lokasi itu tak sedikit.

Salah satunya Eri Sutanto (36), yang harus merelahkan sepeda motor Mio miliknya dirampok bandit Jalintim, saat melintas di kawasan itu pada malam hari di bawah todongan senjata kawanan perampok.

Eri Sutanto, yang sempat ditemui Kabar Sumatera, mengaku modus perampok yang mengambil sepeda motor miliknya menggunakan seraga TNI, dan berpura- pura menghantikan motornya dengan alasan razia. Begitu laju motornya berhenti, senjata tajam jenis pedang siap menebas lehernya bila tak menyerahkan motor kesayangannya.

Hingga  sekarang kata Eri, sepeda motor miliknya yang diambil bandit di kawasan itu tak pernah kembali lagi. Walaupun dia sudah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat, yakni Polsek Teluk Gelam.

Ucap Eri, kerapnya bandit beraksi menunggu mangsanya yang lewat di jalan itu. Karena lokasi itu pada malam hari sangat sepi dan tak ada penerangan, dan jauh dari rumah masyarakat. Sementara pihak kepolisian setempat, kata dia, sepertinya tidak melakukan patroli di kawasan itu, khususnya pada malam hari.

Tak hayal baik malam maupun siang para bandit leluasa menjalankan aksinya untuk merampas motor korbannya.

“Baru-baru ini pengendara mobil juga kena rampok di kawasan ini, siang hari guru yang mengajar di Desa Sukapulih lawat jalan ini bercerita kepada saya sangat was-was kalau lewat jalan ini, karena sepi,” kata Eri.

Eri juga menceritakan, selain sepeda motor miliknya masyarakat biasa yang dirampok di kawasan ini. Pernah juga anak sekolah, kebetulan kata dia, anaknya anggota kepolisian. Namun dengan sigap, akhirnya motor anak polisi itu dapat” Anaknya pak Ukan anggota polisi,  motornya juga dirampok, tapi dapat, karena polisi sigap bekerja. Sementara punya orang biasa seperti saya belum dapat, perampoknya,” ujar Eri.

Menurut Eri, seharusnya untuk mengantisipasi bertambahnya korban, berikutnya alangkah baiknya setiap malam anggota Polsek Teluk Gelam melakukan patroli di kawasan itu. Karena selain kawasan itu merupakan wilayah hukum Polsek Teluk Gelam, juga lokasi rumah angker itu dari Polsek hanya berjarak sekitar 2 kilometer.

“Seharusnya pihak polsek malu, kalau sering terjadi kejahatan di wilayah itu,” tandasnya.

Tentang cerita keangkeran rumah kosong itu. Ternyata bukan hanya kasus perampokan yang sering terjadi, namun juga dahulu pernah ditemukan mayat yang telah membusuk di dalam rumah tersebut. Dan juga ditemukan seorang sopir yang dimasukkan kedalam karung yang diikat, kemudian dibuang ke hutan di belakang rumah itu.

“Untung saja tidak dibunuh, jadi sopir itu bisa diselamatkan oleh orang yang kebetulan lewat di jalan itu, walaupun mobilnya sudah dibawah kabur,” cerita Eri.

Kapolsek Teluk Gelam, Iptu Sumarsidi, saat dikonfirmasi, Selasa (13/5) terkait rumah kosong  angker tersebut yang kerap kali terjadi aksi kejahatan di kawasan itu. Meyakinkan untuk saat ini lokasi itu sudah aman, karena kata dia, pihaknya sudah berhasil menangkap pelaku kejahatan yang kerap beraksi di wilayah hukumnya tersebut.

“Saat ini sudah aman, kita sudag berhasil menangkap pelaku kejahatan yang sering meresahkan itu,” ujarnya meyakinkan. Tambah dia, pihaknya juga terus berubaha untuk melakukan patroli di lokasi itu.

 

TEKS   :DONI AFRIANSYAH

EDITOR  :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster