Listrik Empat Lawang memprihatinkan Tiap Hari byarpet

 293 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

TEBINGTINGGI – Pelayanan listrik di Kabupaten Empat Lawang cukup memprihatinkan, hampir setiap hari terjadi pemadaman sesaat (Byarpet) tanpa pemberitahuan terjadi.

“Mati lampu terus, kadang sehari bisa belasan kali listrik byarpet. Keluhan ini sudah puluhan tahun, tapi belum ada solusi konkrit penyelesaiannya,” keluh Hendri (46) warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, kemarin (13/5/2014).

Diuraikan Hendri, seperti terjadi seminggu terakhir, hampir setiap menjelang Magrib sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB listrik padam. Tidak ada pemberitahuan apa masalahnya dari pihak PLN, padahal pada jam itu adalah saat-saat penting menjalankan ibadah. Selain itu juga, dalam satu hari terkadang hampir belasan kali terjadi pemadaman sesaat, alat elektrok pun sudah banyak yang rusak. “Anak-anak mau belajar saja susah,” cetusnya.

Senada itu Guntur (32) PNS dilingkungan Setda Pemkab Empat Lawang, ia juga menyesalkan kerapnya pemadaman listrik di Tebing Tinggi. Berharap agar proses pembangunan Gardu Induk (GI) Empat Lawang cepat selesai. “Kapan GI selesai, susah kalau pemadaman listrik terus,” sesalnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Empat Lawang A Zazid mengaku geram dengan kondisi listrik di Tebing Tinggi Empat Lawang. Dia memastikan, segera menjadwalkan reses ke PLN Ranting Tebing Tinggi, guna memastikan apa kendala dilapangan. Namun kata Yazid, tidak bisa ditampik bahwa kendala listrik masih menunggu penyelesaian Gardu Induk. “Sebenarnya solusi paling tepat itu GI, tapi kita tunggu penyelesaiannya saat ini masih pengerjaan,” kata Yazid.

Terpisah Manajer PLN Ranting Tebing Tinggi, Wisnu Adnan belum bisa dihubungi, namun sebelumnya Wisnu menyampaikan pihaknya tidak bisa berbuat banyak, saat ini solusi hanya menunggu penyelesaian GI Empat Lawang.

“Paling kita cuma ngecek dan perbaikan kalau ada pemadaman, kalau solusi tunggu GI selesai,” aku Wisnu.

Selain itu kata dia, permasalahan listrik Kecamatan Tebing Tinggi Empat Lawang karena masih menginduk ke GI Cabang Lahat. Jarak tempuh sudah mencapai 70 kilometer, ditambah banyaknya jaringan listrik masih bersentuhan dengan tanam tumbuh milik warga.

“Kita juga upayakan pembersihan rutin tanam tumbuh, tapi kendala masih cukup banyak,” imbuhnya.

 

TEKS      : SAUKANI
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster