Waspadai Praktik Jual Beli Bangku

 301 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Mendekati tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang menghimbau masyarakat untuk mewaspadai oknum nakal yang menawarkan jual beli bangku di sekolah-sekolah favorit baik SMP maupun SMA.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum, Disdikpora Kota Palembang, Surmana, tidak tidak menampik adanya permainan dalam proses penerimaan siswa baru ini. Tapi, Disdikpora tegasnya, berusaha agar hal tersebut tidak terjadi.

“Jika memang ditemukan, kami akan berikan sanksi kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Sehingga mereka tidak mengulangi tindakan pelanggaran tersebut,” ungkapnya, Senin (12/5).

Surmana menjelaskan, bagi guru maupun staf Disdikpora yang melakukan percaloan, akan diberikan sanksi sesuai dengan prosedur yang ada, seperti ditegur secara administrasi. Jika memang berat, tidak menutup kemungkinan oknum tersebut jelasnya akan diberi sanksi lebih berat.

Oleh karena itu, ia mengingatkan semua kepala sekolah (Kepsek) SMP dan SMA negeri untuk tidak mencoba-coba bermain dengan mengatur jual beli bangku di sekolahnya masing-masing. Kepsek tegasnya, harus menerima siswa baru sesuai dengan prosedur serta berdasarkan kuota yang telah disepakati.

“Kami meminta kepada semua siswa maupun orang tua mereka, jangan percaya kepada oknum yang memperjual belikan bangku. Bisa saja nantinya oknum tersebut hanya menipu. Hal ini sama saja seperti menjual belikan soal ujian,” ujarnya.

Suramana menyebutkan, untuk kuota penerimaan siswa baru, pihaknya mencatat untuk SMA negeri sebanyak 183 siswa, untuk SMK kuota penerimaannya sebanyak 106 siswa. Sedangkan untuk SMP negeri yaitu sebanyak 422 siswa.

Untuk penerimaan siswa melalui Penelusuran Minat dan Prestasi Akademik (PMPA) atau dahulu disebut dengan PMDK, dimana calon siswa diterima masuk ke sekolah negeri tanpa harus melewati tes terlebih dahulu, kuotanya sebanyak 10 persen dari daya tampung sekolah tersebut.

“Nah, sudah jelas jadi berapa saja kuota yang telah ditentukan. Jadi jika didapat ada sekolah yang menambah kuotanya, dengan menjadikan labortorium sebagai kelas maka akan kami beri sanksi sekolah tersebut,” tegasnya.

Dengan diberinya kuota ini, Surmana menambahkan, akan memberikan kesempatan bagi sekolah swasta untuk mencari siswa. Untuk sekolah swasta, pihaknya tidak memberikan kuota, itu tergantung dari sekolah tersebut. Tetapi mereka juga diharapkan melapor ke Disdikpora.

“Sekolah swasta juga terkadang lebih bagus dari sekolah negeri, jadi kenapa harus malu, tahun 2013 lalu, untuk siswa berprestasi kebanyakan dari sekolah swasta. Hanya siswa juara 1 dan 2 saja dari sekolah negeri, sedangkan juara lainnya kebanyakan dari swasta,” tukasnya.

 

TEKS            : ALAM TRIE PUTERA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster