Warga Benakat Terima Ganti Rugi Seismik

28 total views, 3 views today

Beberapa warga sedang menerima pembayaran dari Staf Humas PT Elnusa Tbk.

Beberapa warga sedang menerima pembayaran dari Staf Humas PT Elnusa Tbk.

PALI – Ratusan warga Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  sudah mulai menerima ganti rugi terkait pemakaian lahan Survey seismik 3D Karbela.

Pembayaran dilaksanakan Senin (12/5), di kantor Camat Benakat disaksikan langsung Camat Benakat, ‎Sugiharto Delimpan dan Danramil Gunung Megang, Kapten CZI Edi Prayitno.

“Meskipun sempat tertunda, kami bersyukur sekali pembayaran ini bisa dilaksanakan,” kata Camat Benakat.

Pelaksanaan Survey seismik di wilayah Kecamatan Benakat ini sudah dilaksanakan sejak bulan Agustus 2013 lalu. Karena terkait beberapa kendala non teknis, pembayaran baru bisa dilaksanakan saat ini.

“Seharusnya pembayaran ganti rugi itu sudah dilakukan enam bulan lalu. Tapi karena beberapa faktor non teknis, terpaksa tertunda,” kata Koordinator Humas Adhie Salahudin Achmad.

Adhie menjelaskan, bila tidak ada kendala non teknis pembayaran bisa langsung diberikan beberapa saat seusai proses perekaman. “Karena itu, kami sangat mengharapkan kerja sama yang baik antara warga dan pemerintahan desa dan kecamatan. Bila proses pendataan lahan warganya cepat, pembayarannya juga pasti cepat. Sebab proses Survey ini sendiri tidak lama, beberapa bulan saja selesai,” terang Adhie.

Ganti rugi yang dibayarkan oleh PT Elnusa Tbk sendiri meliputi, ganti rugi atas lahan yang dilintasi kabel Survey dan ganti rugi lahan yang terkena pengeboran Survey.

“Sebenarnya bukan ganti rugi, karena warga pada dasarnya tidak terlalu dirugikan. Lahan warga cuma dilewati kabel saja. Begitu juga dengan pengeboran, lahan yang dipakai juga tidak terlalu banyak. Hanya beberapa meter persegi saja” tambah Adhie.

Untuk ganti rugi tanaman produktif sendiri, lanjut Adhie tidak terlalu banyak. Karena pihak PT Elnusa selalu berusaha tidak mengorbankan tanaman warga. “Niat kita kan bukan mengganggu tanaman warga. Makanya tidak terlalu banyak tanaman yang terganggu. Kalaupun ada itu karena terpaksa saja,” tukas Adhie.

 

Teks    : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com