Realisasi PAD tak Tercapai

 269 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), menanyakan retribusi dari hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola oleh tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan beberapa perusahaan daerah, yang berada dibawah naungan Pemrpov Sumsel.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman mengatakan, target dalam tri wulan pertama masih belum mencapai sempurna, pasalnya perolehan baru mencapai 80 persen.

“Kalau bicara retribusi, yang memungutnya itu langsung dari tiap SKPD, di lingkungan Pemprov Sumsel,” sebut Mukti saat rapat evaluasi penerimaan pendapatan asli daerah (Retribusi daerah dan Hasil Perusahaan Milik Daerah) Tahun Anggaran 2014, di Ruang Rapat Bina Praja, Senin (12/5).

Mukti menyebutkan, rapat yang dibahas ini membicarakan mengenai retribusi yang diperoleh dalam tri wulan pertama yakni Januari-Maret lalu. Untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi pada tri wulan selanjutnya.

“Ini kami evaluasi karena sekarang sedang berjalan tri wulan kedua. Dan untuk SKPD yang belum mencapai target diharapkan segera memenuhi capaian yang ditargetkan tersebut,” tegas Mukti.

Menurut Mukti, retribusi ini sendiri banyak diambil mulai dari hotel, asrama haji, mess-penginapan, penjualan bibit, ada penjualan susu, madu beku, peternakan, dan masih ada lagi yang lainnya yang di kelola oleh masing-masing intansi terkait. “Targetnya tri wulan pertama lalu sebesar Rp 1,4 Miliar dan realisasinya Rp 1 Miliar lebih dengan artian sudah mencapai 80 persen lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pendapatan Lain-lain (PDLL) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumsel, Neng Muhaibah menyebut, dari hasil evaluasi didapatkan ada SKPD di lingkungan Pemprov Sumsel, yang realisasi PAD nya nol persen.

SKPD dimaksud yakni Dinas Kehutanan dan Dinas Pendidikan. Padahal harusnya SKPD tersebut, realisasi PAD nya harus mencapai 25 persen di triwulan pertama. “Selain SKPD yang realisasinya PAD nya nol persen, ada beberapa SKPD yang target retribusinya tidak tercapai,” ungkapnya.

SKPD tersebut yakni DPRD Provinsi, Sekda, Bappeda, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Peternakan, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Rumah Sakit, Dinas Pendidikan, Dinas PU Bina Marga dan Dinas Perhubungan. “Rata-rata, realisasinya baru 15 persen,” ujarnya.

Namun menurut dia, biasanya banyak SKPD yang baru memenuhi target realisasi retribusi tersebut pada triwulan ke empat. “Biasanya di tri wulan empat terealisasi semua, bahkan over. Memang untuk Triwulan pertama dan kedua sering tidak tercapai target, mungkin mekanisme birokrasi yang masih harus diselesaikan,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster