Polda Sumsel Kantongi Calo Penerimaan Polri

 343 total views,  2 views today

Ilustrasi Polisi | Bagus Park

Ilustrasi Polisi | Bagus Park

PALEMBANG – Isu negatif mengenai adanya sogok-menyogok serta tentang adanya tes ulang dalam penerimaan Bintara Polri tahun 2014, bakal ditindaklanjuti pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepalda Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Inspektur Jendral Polisi (Irjen Pol) Saud Usman Nasution melalui Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM), Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) M Mustaqim mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan anggota Paminal Bid Propam serta Ditintel Polda Sumsel untuk menyelidiki isu- isu tersebut.

“Paminal dan intel sudah bergerak, oknum- oknum yang telah membuat isu tidak jelas ini akan kita tindak. Kasihan para casispol dibilang ada tes ulang, padahal tak ada yang namanya tes ulang dalam penerimaan Bintara Polri tahun ini,” ungkap Karo SM, Senin (12/5).

Tak hanya itu, bila orang tua calon siswa maupun casispol yang memang menemukan bukti adanya sogok menyogok dapat melaporkannya ke pihak Polda. Agar pihaknya dapan menindak tegas.

“Kalau hanya katanya, tidak jelas. Jadi, kalau ada bukti dan memang dimintai uang dalam penerimaan Polri, bisa melapor. Kita juga melakukan penyelidikan mengenai adanya sogok menyogok, kalau terbukti akan kita tindak. Kita juga sudah mendapat beberapa identitas oknum yang menjadi calo bisa menjanjikan dan meluluskan calon siswa, tapi masih dalam tahap penyelidikan,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, beberapa para calon siswa yang sebelumnya gagal pada tes akademik sempat mengaku bahwa nilai mereka terjadi perubahan pada malam pengumuman dengan esok harinya.

Tina, salah satu casispol Polwan mensinyalir adanya kecurangan pada saat tes akademik. Menurutnya mereka sudah sering mendengar istilah sogok- menyogok dalam penerimaan.

”Pengumuman tes akademik pada malam Jumat nilai saya berbeda dengan hasil dari pengumuman pada hari Jumat  (9/5) . Bukan hanya saya tapi juga teman- teman yang lain juga,” ujar Tina.

Terkait hal tersebut, Karo SDM menjelaskan bahwa ada kemungkinan nilai yang dilihat para calon siswa berbeda. Selain itu nilai yang dibeberkan pada malam Jumat memang berbeda dengan pada hari Jumat. Untuk malam Jumat, nilai yang diumumkan ialah per mata pelajaran. Sedangkan yang pada hari Jumat ialah rata- rata.

“Sebelumnya ada yang komplain dan meminta untuk melihat nomor ujian mereka karena sebelumnya dilihat dia lulus dan tiba- tiba tidak lulus. Setelah kita perlihatkan, ternyata mereka yang salah lihat,” ungkapnya.

Bahkan pihak panitia pada waktu malam Jumat ketika Jumat tiba- tiba mensetop hasil pengumuman. Padahal hal tersebut dilakukan karena hari sudah malam, bila diteruskan maka akan memakan waktu yang lama.

“Dalam penerimaan bintara Polti ini sudah dibuat pakta integritas. Selain itu juga ada pengawas eksternal dan internal, jadi kami tidak bisa main- main. Laptop yang dipakai itu langsung dijaga ketat dan dan dikunci,” tandasnya.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster