Penetapan Caleg Terpilih DPRD Sumsel, NasDem Kehilangan Satu Kursi

 601 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya secara resmi menetapkan 75 Anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019, hasil pemilu legislatif (Pileg), 9 April lalu, dalam rapat pleno penetapan di aula KPU Sumsel, Jakabaring, Senin (12/5).

Namun dari rapat pleno penetapan caleg terpilih tersebut, Partai NasDem harus merelakan satu kursi miliknya hilang, pasca perhitungan ulang C1 plano untuk perolehan suara DPRD Sumsel pada Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas (Mura) pada 8 Mei lalu.

Satu kursi di DPRD Sumsel di daerah pemilihan (dapil) VIII yang meliputi Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau, yang sebelum dari rekapitulasi suara hasil Pileg 2014 yang digelar KPU Sumsel beberapa waktu lalu, harusnya milik NasDem harus diserahkan ke Partai Amanat Nasional (PAN).

Hal itu karena, NasDem kalah dua suara dibandingkan PAN, sehingga kursi terakhir di dapil tersebut menjadi milik partai berlambang matahari tersebut tersebut. Partai NasDem di dapil itu, mendapat 23.553 suara sementara PAN meraih 23.555 suara.

Sedangkan 6 kursi lainnya didapat PDI Perjuangan, Golkar, PKS, Hanura, Gerindra dan Demokrat.  “Berdasarkan hasil rekap sebelumnya dan rekap ulang pada 8 Mei lalu,  ada perubahan bilangan pembagi pemilih (BPP). Dampaknya bagi calon yang terpilih atau kursi yang didapat parpol. Secara langsung tidak banyak, tetapi ada satu atau dua partai saja yang berpengaruh, ” kata Ketua KPU Sumsel, Aspahani.

Dengan begitu, raihan kursi yang ada menjadi PAN total mendapatkan 6 kursi di DPRD Sumsel, sedangkan NasDem turun menjadi 5 kursi. Sementara PDI Perjuangan masih menguasai dengan 13 kursi, disusul Demokrat 11 kursi, Golkar dan Gerindra masing-masing 10 kursi, PKB 6 kursi, PKS dan Hanura sama-sama meraih 5 kursi, serta PPP dan PBB yang juga sama-sama meraih 2 kursi.

Sebelumnya, KPU Sumsel juga telah melakukan pleno terbuka penetapan perolehan 45 kursi partai politik dan penetapan calon terpilih Pileg, DPRD Kabupaten Mura periode 2014-2019 di KPU Sumsel. Namun dalam berita acara penetapan tersebut, tidak dihadiri 3 dari 12 saksi Parpol peserta pemilu.

Pantauan Kabar Sumatera, rapat pleno yang dilaksanakan di Aula KPU Sumsel tersebut, tiga saksi dari parpol tidak hadir yakni saksi dari PKS, PPP dan PKPI. Sementara saksi PDI Perjuangan tidak melakukan penandatanganan berita acara penetapan tersebut.

“Saksi parpol kita undang semua, namun ada beberapa partai yang tidak hadir. Saksi dari PDI Perjuangan memang hadir, tetapi yang mendapat mandat tidak datang. Ia hanya mewakili sehingga, tidak bisa menandatangani berita acara,” jelas Aspahani.

Dari penetapan tersebut, Aspahani memastikan tidak ada perubahan perolehan kursi bagi Parpol dan Caleg untuk wakil rakyat tingkat Kabupaten Mura. Dimana dari 45 kursi yang ada partai Nasdem, PDIP, Golkar dan PAN sama-sama meraih 6 kursi, lalu Gerinda dan Hanura masing-masing 5 kursi, PKS dan Demokrat meraih masing-masing 4 kursi, PBB 2 dan PKB 1 kursi.

Terkait adanya keberatan dari peserta pemilu yang ada terhadap penetapan tersebut, Aspahani mempersilahkan Parpol mengajukannya ke MK hingga batas akhir yang ditetapkan setelah penetapan tingkat nasional 9 Mei lalu, atau berakhir pada, Senin (12/5) pukul 23.51 WIB (kemarin, red).

“Kesiapan ada gugatan ke MK, kita (KPU Sumsel) akan mengefektifkan Divisi hukum, namun nanti kemungkinan langsung menjadi satu kesatuan dengan KPU RI, sementara KPU Sumsel hanya teknis saja,”tuturnya.

Sementara, anggota Bawaslu Sumsel Kurniawan yang menghadiri rapat pleno tersebut belum bisa berkomentar banyak, dan pihaknya akan melakukan rapat terlebih dahulu dengan anggota Bawaslu Sumsel lainnya.  “Nanti dibahas dulu bertiga, terkait penetapan itu apakah sudah benar atau menyalahi aturan,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR        : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster