Dr Ismail Sukardi, M.Ag : Sekolah Gagal Tanamkan Pendidikan Karakter

 893 total views,  2 views today

Dr Ismail Sukardi, M.Ag

Dr Ismail Sukardi, M.Ag

PALEMBANG – Kasus pelecehan seksual yang banyak menimpa siswa sekolah mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Dr Ismail Sukardi, M.Ag, Dosen Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang mengatakan, untuk mengatisipasi terjadinya pelecehan seksual ini, sekolah harus menerapkan pendidikan karakter. Tunjuanya agar anak tidak mudah terjerumus kepada hal negatif yang sekarang ini meresahkan para orang tua.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan, adanya kasus pelecehan seksual yang menimpa siswa, maupun pergaulan bebas tidak lepas dari gagalnya penanaman pendidikan karakter di lingkup sekolah yang belum optimal. “Untuk mengatisipasi pelecehan seksual terhadap siswa itu, maka harus ada peran dari sekolah, lingkungan keluarga, maupun pihak-pihak yang terkait dalam bidang pendidikan karakter,” katanya, saat dihubungi via ponselnya, Senin (12/5).

Ismail menambahkan, dalam memaksimalkan pendidikan karater tidak mungkin diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Namun menurut Ismail, pendidikan karakter itu juga harus di rumah dan di lingkungan kehidupan sehari-hari, tempat siswa itu bermukim. “Kalau kita mengira pendidikan karakter bisa dilakukan hanya di sekolah saja, nanti saya khawatir orang bisa maunya sendiri. Jadi kalau ada pendapat yang mengatakan kalau pendidikan karakter hanya bisa di sekolah, itu salah besar. Sebab semua punya tanggung jawab yang sama, ya sekolah, keluarga dan lingkungan,” tegasnya.

Bila selama ini ada pendapat tentang pendidikan karaketer yang dititikberatkan pada dunia pendidikan sekolah semata, maka menurut Ismail, hal ini dapat mengakibatkan peran keluarga seolah dipandang tidak penting. “Kalau itu yang terjadi, lalu mereka (keluarga, red) semakin lemah, dan itu yang saat ini terjadi,” tegasnya.

Ismail menambahkan, melihat kondisi se[perti sekarang akan menimbulkan penilaian sebagian orang tua wali, kalau sekolah bukan lagi tempat yang aman dari rindak kekerasan. Ini terkait dengan sejumlah pemberitaan yang belakangan terekspose media. “Saya kira, kita harus menyadari bahwa sekolah seolah tidak aman bagi anak. Tempat paling aman adalah di lingkungan keluarga. Adanya kasus pelecehan seksual yang terjadi di beberapa daerah seperti halnya di Jakarta, karena tidak cukup para orang tua berinteraksi, karena semua diambil sekolah,” ujarnya, sembari menambahkan, belum lagi, pengaruh teknologi informasi yang kian berkembang juga ikut mempengaruhi karakter para siswa Indonesia, terutama bagi anak-anak usia dini.

Pembatasan Akses Teknologi
Terkait dengan maraknya kasus kekerasan seksual, yang diduga kuat sebagai akibat dari mudahnya akses teknologi, Ismail mengusulkan agar dikeluarkan suatu kebijakan pembatasan dalam mengakses teknologi digital terhadap anak-anak.

Upaya pembatasan ini, menurut Ismail, bukan hanya menjadi tugas pemerintah, bahkan seluruh lapisan masyarakat, lingkungan, keluarga. “Terutama orangtua tidak bisa sepenuhnya melepas tanggung jawab pendidikan anak-anaknya kepada pihak sekolah saja,” ujarnya.

Dalam hal ini, peran orang tua sangat berarti dan penting. Kelak menurut Ismail, anak-anak itu akan menjadi penerus bangsa. “Mari perangi segala bentuk kejahatan seksual, khususnya pada anak dan memerangi seluruh pemicunya, seperti pornografi, seks bebas, perbuatan cabul, homoseksual, serta perilaku seks menyimpang lainnya,” ujar Ismail mengajak kepada semua keluarga.

Terpisah, Roni Ridwan, S.Pd, praktisi pendidikan di Tanjung Enim mengatakan, pendampingan oleh orang tua sejak hari ini menjadi penting. Senada dengan Ismail, salah satu pegiat seni di Tanjung Enim ini mengatakan, proses pendidikan karakter anak tidak serta merta diserahkan kepada sekolah. Sebab dalam teori, pendidikan pertama dan utama adalah keluarga. “Jadi orang tua dalam hal ini, tidak hanya melahirkan tetapi juga harus bertanggungjawab dari detik ke detik,” ujarnya.

 

TEKS     : AMINUDDIN
EDITOR   : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster