Travel & Angdes Gelap Berkeliaran

 419 total views,  2 views today

 

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

EMPAT LAWANG – Angkutan gelap baik travel maupun angkutan pedesaan (angdes), sampai saat ini masih dengan bebasnya beroperasi di Kabupaten Empat Lawang. Kondisi ini, kian diperparah dengan sebagian besar travel dan angdes yang beroperasi saat ini, belum memiliki izin.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) utama Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), karena berpengaruh pada keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Ada puluhan travel dan angdes berplat hitam, semua belum memiliki izin trayek. Masalah ini jadi PR kita. Selain ada kepentingan keselamatan dan kenyamanan penumpang, juga berpengaruh menguapnya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi,” kata Kepala Dishubkominfo Empat Lawang, Alhumaidi Saman, kemarin.

Menurut Alhumaidi, data dari Dishub Sumatera Selatan (Sumsel), ada sekitar 160 Perusahaan Otobus (PO( dan ribuan angkutan beroperasi saat ini di Sumsel. Dari jumlah itu, ada sekitar 700 armada angkutan jenis travel, masih berplat hitam.

Di Empat Lawang jelasnya, ada sekitar 30 unit travel berplat hitam atau pribadi milik delapan pengusaha travel yang beroperasi setiap harinya. Kendaraan yang dipakai beragam jenis, mulai dari Luxius, AVP, Avanza, Xenia dan Inova.  “Sementara untuk angdes, masih ada puluhan unit ber plat hitam,” jelasnya.

Dishubkominfo sebutnya, tidak akan mendiamkan itu. Sebab mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek, semua angkutan penumpang harus mengantongi izin.

Karenanya Dishubkominfo Kabupaten Empat Lawang sebutnya, akan melibatkan kepolisian, Samsat dan Organda untuk melakukan penertiban secara rutin. “Tahap awal kita masih pembinaan dan sosialisasi, ajakan agar pengusaha travel dan angdes segera mengurus izin operasional dan trayek. Sejauh ini belum ada intruksi, dari Dishub Sumsel untuk penertiban tegas,” jelas Alhumaidi.

Sementara itu, AN (45) salah seorang pengusaha travel di Kabupaten Empat Lawang mengakui kelalaiannya, dalam pengurusan izin operasi dan trayek. Namun dia berharap penertiban dilakukan secara keseluruhan tidak tebang pilih, karena hampir seluruh PO ataupun usaha travel dan angdes di Empat Lawang belum memilik izin.  “Ya kalau semua ditertibkan, kita siap mengurus izin. Tetapi kita kan masih baru, belum setahun beroperasi,” elak AN ketika dibincangi Kabar Sumatera, kemarin (11/5).

Dia menambahkan, saat ini hanya memiliki empat unit kendaraan, sementara dalam pengurusan izin operasi dan trayek diwajibkan minimal lima unit kendaraan yang di operasikan. “Kita hanya ada empat unit kendaraan jenis AVP dan Avanza. Ini hanya usaha kecil antar jemput penumpang, dari Tebing Tinggi ke Palembang,” imbuhnya.

Terpisah Syahrianto (24), calon penumpang NK Travel Tebing Tinggi mengaku, tidak memahami mengenai izin dan trayek kendaraan jenis travel ataupun angdes. Tapi dia berharap, pengusaha angkutan bisa lebih mematuhi ketentuan dan aturan karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Kami tidak paham izin atau lainnya, yang jelas penumpang ingin kenyamanan dan keamanan di jalan. Terutama antisipasi jika terjadi kecelakaan, mengenai asuransi tentu menjadi tolak ukur utama kami memilih angkutan,” tukasnya.

 

TEKS             : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster