STKIP Serasan Ditutup, Mahasiswa Resah

 320 total views,  2 views today

 

PALI – Pasca penutupan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP), Serasan kelas jauh Talang Ubi oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta

(Kopertis), Wilayah II November tahun lalu, kini nasib para mahasiswanya tidak jelas. Akibatnya sebanyak 21 mahasiswa menjadi

resah.

 

Saat ditemui KabarSumatera Minggu (11/5/2014), enam perwakilan mahasiswa masing-masing DN, AR, NY,  AS, D dan RD menyatakan keresahan mereka.

 

“Sekarang nasib kami ini tidak jelas kak. Sekolah kami sudah ditutup, sementara kami sudah keluar duit banyak,” kata Dn, salah satu

perwakilan mahasiswa.

 

Hal senada diungkapkan rekannya Ar yang mengaku kesal, karena kerja kerasnya selama tiga semester ini menjadi sia-sia. “Padahal saya

berharap bisa jadi guru. Kami ingin merubah nasib orang tua kami. Makanya kami kuliah disini (STKIP), sebab tidak perlu kos lagi. Kalau

di kota besar kami tidak mampu,” tambah AR.

 

‎”Kami kesal nian kak, kalau tahu begini, dari dulu kami tidak mau kuliah,” timpal NY, rekannya yang lain.

 

Kisruh perkuliahan di STKIP Serasan ini sendiri bermula saat pemberitaan di media massa pada 14 Agustus 2013 lalu, dimana

diberitakan Prof Dr Diah Natalisa MBA, Koordinator Kopertis Wilayah II menyatakan STKIP Serasan bersama enam perguruan lainnya dinyatakan

ilegal karena belum memiliki izinkan.

 

Mendengar pemberitaan ini, sontak para mahasiswa yang terlanjur kuliah menjadi resah. Secara beramai-ramai mereka mendatangi pihak kampus.

 

Bukannya penyelesaian yang mereka dapatkan, justru mereka hanya diiming-imingi janji belaka. “Mereka (STKIP Serasan, red) terus

mengulur waktu. Jelas saja kami resah, kuliah sudah tidak lagi sementara uang kami tidak jelas kemana,” tambah DN, yang juga

berprofesi sebagai guru itu.

 

Tidak tahan menunggu, pada tanggal 26 April 2013 yang lalu, para mahasiswa tersebut mengajukan surat tuntutan. Mereka menuntut uang

yang sudah dikeluarkan harus dikembalikan. “Atau kalau tidak, kami  bersedia dipindahkan ke STIH Serasan asalkan langsung masuk semester

IV,” tambah DN.

 

menindaklanjuti surat tersebut, pihak STKIP Serasan akhirnya mengumpulkan para mahasiswa tersebut pada 28 April lalu. Namun

pertemuan tersebut tidak memberikan kesepakatan apapun. Para mahasiswa tetap disuruh menunggu.

 

Sekarang para mahasiswa tersebut akan melayangkan lagi surat kedua. Mereka meminta pihak yayasan segera merealisasikan tuntutan kami.

“Bila tidak, kami akan menempuh jalur hukum‎ karena kami sudah siapkan pengacara. Dan kami juga akan menggelar aksi demo ke kopertis dan

polda. Bila perlu ke Mendiknas,” tegas DN.

Sementara itu, Ketua STKIP Serasan Indrayanto SPD saat dihubungi enggan memberikan komentar. “Sebenarnya yang lebih tepat memberikan

komentar itu Pak Riswandar, ketua yayasan. Kalau saya takutnya nanti salah,” ujar Indrayanto.

Riswandar SH sendiri selaku ketua Yayasan Pendidikan Serasan saat dihubungi Via telepon di nomor 0853 xxxx 8888 tapi nomor tersebut

tidak aktif. Padahal nomor tersebut didapat langsung dari Indrayanto.

 

TEKS    : INDRA SETIA HARIS

EDITOR  : JUNAEDI ABDILLAH

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster