Lima Pemkab Belum Hibahkan Asrama ke Unsri

 272 total views,  2 views today

unsri

INDERALAYA – Sepertinya upaya pihak rektorat Universitas Sriwijaya (unsri) di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), agar gedung asrama mahasiswa
milik Pemerintah Kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel), termasuk milik Pemprov Babel (Sebelumnya Bangka Red) yang berada
dilahan Universitas Sriwijaya (Unsri) di Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, agar segera dihibahkan, belum semuanya terealisasi.

“Baru tiga Kabupaten gedung asrama yang sudah dihibahkan kepada kita, yakni Pemkab Muara Enim, Pemkab OKU, Pemkab Mura , sedangkan Pemkab
Lahat baru akan dilakukan penandanganan, Pemkab OKI menunggu tebentuknya DPRD baru, lalu kemudian Pemkot Palembang, Pemkab Muba,
dan Babel belum ada kejelasannya,” ujar Pembantu Rekor ( Purek), II Unsri Rochmawati Daud SE MSi Ak.

Menurut Rochmawati, gedung asrama mahasiswa itu dibangun pada 2003 lalu oleh masing –masing pemkab dan Pemkot , dengan tujuan untuk
membantu membantu mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal. Hanya saja, untuk merawat gedung asrama mahasiswa sebanyak 8 gedung
dengan dua lantai permanen, membingungkan pihak Unsri.

’’Aturannya sudah jelas bahwa Unsri tidak bisa mengeluarkan anggaran perawatan atau perbaikan terhadap delapan gedung asrama mahasiswa milik Pemkab dan Pemkot di Sumsel dan Babel yang ada dilahan kita. Kecuali kalau gedung itu sudah dihibahkan, maka Unsri bisa merawat dan
memperbaikinya,’’ ujarnya.

Namun sebaliknya, Pemkab dan Pemkot juga tidak bisa menganggarkan untuk melakukan perawatan aset gedung milik mereka di Unsri, dengan
alasan tidak ada mata pasal yang menganturnya untuk merawat bangunan tersebut, sebab bangunan itu dilahan milik Unsri bukan dilahan milik
Pemkab.

’’Inilah yang menjadi dilema , dan kita khawatir kalau masalah ini berlangsung lama, maka gedung asrama mahasiswa terancam terbengkalai,
atau rusak sebelum waktunya, karena tidak dirawat secara maksimal,’’tuturnya.

Untuk itulah pihak Rektorat Unsri melakukan langkah dimana sejak Oktober 2012 lalu menyurati seluruh Pemkab dan Pemkot mengenai kondisi
gedung asrama mahasiswa.

Ia menambahkan, apabila gedung asrama mahasiswa telah diserahkan, maka Unsri bisa mengelola dan merawatnya. ’’Sekarang kita masih menunggu
giliran Pemkab dan Pemkot lainnya, apakah mereka juga akan menghibahkan asetnya atau bagaimana, terkecuali aset milik Pemprov
Babel karena saat ini tinggal puing bangunan akibat terbakar hangus beberapa tahun lalu,’’ lanjutnya.

Dijelaskan Rohmawati, total jumlah kamar dari gedung asrama mahasiswa tersebut sebanyak 270 kamar, dengan rincian gedung milik Pemkot
Palembang, 40 kamar, Muaraenim 28 kamar, Lahat 28 kamar, Muara 26 kamar, OKI 54 Kamar, OKU 16 kamar dan Muba 69 kamar serta babel 9
kamar.

’’Semua bangunan tersebut berada di atas lahan milik unsri seluas 11,13 hektar dan selama ini sebagian dari gedung asrama mahasiswa
ditempati oleh mahasiswa dari program bidikmisi,’’ tutupnya.

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster