Penjambet Babak Belur Dihajar Masa

 270 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Terjatuh dari sepeda motor usai ditabrak korbannya, Ali Akbar (32) warga Jalan Segaran, Lorong Kebangkan, Kelurahan 9, Ilir Ilir Timur II Palembang ini, yang menjadi bandit jalanan (Jambret) babak belur di hajar massa, Jumat (9/5) pukul 16.00 WIB.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dipasar 16 Ilir ini, dijebloskan ke balik jeruji penjara Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan.

Beruntung bagi tersangka, saat kejadian petugas Unit I Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, pimpinan Komisaris Polisi (Kompol) Antoni Hadi melintas. Aksi main hakim sendiri dihentikan petugas dan Ali yang sudah babak belur digiring ke Mapolda Sumsel.

Di hadapan petugas, Ali tidak mengakui aksinya, dirinya tidak menjambret Rusdiana (26), yang menjadi korban penjambretan. Memang, tangan kirinya berada di sekitar leher Rusdiana. Namun, bukan untuk mengambil kalung, melainkan akibat dari berserempetan dengan mobil.

“Saya menghindari tabrakkan dengan mobil dan akhirnya berserempetan dengan motor dia (Rusdiana). Tangan saya secara tidak sengaja menempel di lehernya karena saya nyaris jatuh,” kata Ali.

Namun, usaha Ali untuk menghindar dari perkara yang dituduhkan kepada dirinya berakhir saat ia keceplos mengaku sudah sering menjual hasil jambret. Barulah diakui Ali, ia memang ingin menjambret Rusdiana dengan menggunakan motor Yamaha Mio milik temannya.

“Niat awal saya hanya untuk belanja di Pasar Cinde. Namun, melihat ia mengenakan kalung seperti kalung emas, timbul niat saya untuk menjambret,” kata Ali.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Mustopha, melalui Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Kristovo, mengatakan kini sudah mengamankan Ali. Sementara Rusdiana sudah membuat laporan di SPKT Mapolda Sumsel.

“Akan kita dalami apakah pelaku sindikat jambret atau tidak. Selain sudah mengamankan pelaku, kita juga sudah menyita motor yang dikendarai pelaku,” pungkas Kristovo.

Teks   :  Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster