Pengusaha Konstruksi Banyak Mati Suri

 332 total views,  2 views today

 

proyek duplikasi jembatan musi II

Ilustrasi

PALEMBANG – Dari lima ribu total pelaku usaha jasa kontruksi di Kota Palembang, ternyata hanya 30 persennya saja atau sekitar 1.500 pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Kontruksi (Gapensi) Palembang yang aktif.  Selebihnya banyak yang mati suri, akibat kesulitan mengurus izin sertifikasi badan usaha (SBU).

SBU sendiri kata Ketua sementara Gapensi Kota Palembang, M Ali Roja’i, adalah syarat yang harus dipenuhi pengusaha konstruksi untuk bisa mengikuti tender proyek konstruksi. Ali menyebut, banyak peraturan membuat banyak pengusaha konstruksi di Sumsel yang kesulitan sehingga harus mati suri.

“Banyak pengusaha konstruksi di Sumsel, yang kesulitan mengurus sertifikasi. Kalau dulu untuk mendapat proyek, kontraktor cukup punya modal, ijazah dan tenaga ahli. Tetapi saat ini harus ada sertifikasi dari asosiasi dan SKT (surat keterangan teknik). Karena mengurusnya rumit, akhirnya kontraktor ini mati suri, kalau dikumpulkan mungkin bisa mencapai seribu pengusaha,” kata M Ali yang dibincangi, Jumat (9/5).

Namun terang Ali, sertifikasi tersebut sangat penting. Tujuannya, untuk meningkatkan ke profesionalan kontraktor dalam pengerjaan proyek. Sehingga, kontraktor yang mengerjakan suatu proyek fisik, tidak bisa semberangan sehingga proyek yang dikerjakan benar-benar berkualitas.

Karena itu sebutnya, Gapensi tetap mendukung SBU tersebut. Ali tetap yakin, kedepan jumlah anggota Gapensi di Kota Palembang akan terus bertambah. Apalagi jelasnya, di awal semester kedua, bakal banyak proyek konstruksi sehingga Gapensi bisa merangkul lebih banyak pengusaha konstruksi.

“Apalagi ada peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi Nasional (LPJKN), proyek dibawah Rp 50 miliar dibangun oleh pengusaha lokal. Ini tentu akan menumbuhkan jumlah pengusaha konstruksi di Palembang,” ujarnya.

Gelar Muscab

Ali juga dalam kesempatan itu menerangkan, pada Senin (12/5), Gapensi Kota Palembang akan menggelar Muscab ke-VII untuk mencari ketua baru. Muscab tersebut terangnya, akan dilaksanakan di Hotel Raden, Palembang. Rencananya, akan dibuka oleh Wali Kota Palembang, Romi Herton.  “Awalnya muscab itu akan kita gelar di awal bulan, namun karena kesibukan akhirnya baru bisa digelar Senin nanti,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster