Misteri Kematian Ruhanah Terungkap

 252 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

BANYUASIN – Mesteri kematian Ruhanah, warga Suak Bara, Lr Alfalah, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, yang sebelumnya ditemukan tewas di areal perkebunan PTPN VII Tebanan,Kecamatan Betung, kini terkuak.

Ternyata Ruhanah, tewas ditangan suaminya. Karton, suami Ruhana tersebut, kini sudah ditahan oleh Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin dan ditetapkan sebagai tersangka. Informasi yang dihimpun, sepasang suami istri yang telah dikarunia dua orang anak ini sebelumnya sempat bertengkar.

Hal itu dikarenakan, sang suami mencoba memperkosa adiknya Ruhanah beberapa pekan yang lalu, dan telah dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena dilaporkan ke polisi, Karton pun kabur tak pulang-pulang ke rumah.

Selama suaminya kabur, Ruhanah terus berusaha menghubungi suaminya. Usaha itu, akhirnya berhasil. Handphone (HP) Karton aktif, sehingga Ruhana meminta bertemu. Jika tidak, ia mengancam akan menikah kembali.

“Karena ngancam akan kawin lagi, maka saya ajak ketemuan. Saat itulah, saya mencekiknnya hinga tewas lalu. Mayatnya saya sembunyikan di perkebunan PTPN VII, “aku Karton dihadapan penyidik Polres Banyuasin, Jumat (9/5).

Kepala Polres Banyuasin, AKBP Ahmad Ikhsan melalui Kepala Unit (Kanit) PPA, Iptu Amrullah, membenarkan pelaku pembunuhan terhadap Ruhanah, adalah suaminya sendiri bernama Karton. “Tersangka, dijerat dua kasus yakni pencabulan terhadap adik iparnya dan pembunuhan berencana terhadap istrinya sendiri,” tukasnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan Kabar Sumatera, Selasa (6/5), Ruhana ditemukan tewas di perkebunan PTPN VII Tebenam, Desa Sukamulya, Kecamantan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Saat ditemukan, korban ditemukan dalam kondisi terlentang tanpa ada identitas yang ditemukan. Saat itu, korfban ditemukan mengenakan pakaian warna hitam dan celana pendek, dengan kondisi sudah membusuk.  Jenazah korban, akhirnya di evakuasi ke RS Bhayangkara, Palembang guna dilakukan otopsi.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster