Terkait Dana Bansos OKU, 46 Proposal Bodong Terkuak

 373 total views,  8 views today

Mantan Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf nampak mengusap wajah saat mendengarkan putusan sela eksepsi yang dibacakan langsung hakim ketua, Ade Komaruddin SH MH di ruang pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (2/4/2014).

Mantan Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf

PALEMBANG – Dugaan penyimpangan penggunaan dana bantuan sosial (Bansos) OKU 2008, kian terkuak. Dalam persidangan, Kamis (8/5/2014) di Pengadilan Tipikor Palembang, terungkap adanya 46 proposal bodong, yang pencairan dananya diduga berasal dari dana Bansos OKU 2008.

Dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bima Suprayoga yakni mantan Kabag Umum dan Perlengkapan Pemkab OKU, Sugeng dan mantan Sekda OKU, Syamsir Djalib, membeberkan aliran dana Bansos dimana salah satunya dibayarkan berdasarkan 46 proposal bodong.

Dalam persidangan tersebut, Syamsir menyebut Sugeng adalah orang dekat Eddy Yusuf,  yang kemudian membuat puluhan proposal atas perintah Eddy Yusuf. “Saya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Saya melakukan sesuai prosedur, karena setahu saya jika proposal itu dari Sugeng, maka atas perintah pak Eddy,” ungkap Syamsir dihadapan majelis hakim.

Atas dasar itu lah menurut mantan Sekda OKU yang dilantik sejak April 2004 tersebut, ia berberasumsi bahwa proposal tersebut adalah atas perintah Eddy Yusuf, untuk keperluan Pemkab OKU yang ternyata diambil dari dana bansos.

Meskipun Eddy Yusuf  membantah memerintahkan pembuatan proposal tersebut, aliran dana bansos tersebut mengalir untuk pembelian mobil Strada, Suzuki Thunder, pemesanan ketring, pengerahan massa bayaran, hingga pertemuan bupati dengan masyarakat yang dinilai hakim hampir setiap hari dilakukan.

Sementara Sugeng yang hingga kini masih menghuni Rutan Pakjo, membenarkan atas pertanyaan majelis hakim tentang pencairan 46 proposal, yang total anggaran mencapai Rp 2,667 Miliar. “Ya, totalnya sekitar Rp 2,667 miliar. Uang itu digunakan mulai dari beberapa pertemuan bupati dengan masyarakat, membeli mobil strada dan pengerahan massa,” jelasnya.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Ade Komaruddin, menyayangkan dengan pencairan proposal yang seharusnya dikucurkan untuk organisasi kemasyarakatan bukan untuk kegiatan Pemkab OKU itu.

“Ini kan dana bansos. Kenapa sampai hampir setiap hari pemkab buat acara. Terus ada juga pesan ketering sampai 600 porsi. Apa ada semua karyawannya berjumlah 600,” tanya majelis hakim.

Sementara itu Eddy Yusuf, yang menjadi terdakwa dalam kasus ini, membantah semua keterangan saksi. “Saya tidak memerintahkan Sugeng, untuk membeli mobil. Saya merasa di pojokkan dan tak bermaksud memperlakukan  sekda, hanya jadikan boneka,” ungkap mantan Wakil Gubernur Sumsel ini.

Bantahan yang sama juga dikatakan Yulius Nawawi. Bupati OKU yang juga berstatus terdakwa dalam kasus itu, menyebut pada saat itu semua yang dilakukan sesuai dengan prosedur. Ia tegas Yulius, tak mengetahui mengenai mobil dan kendaraan lain dibeli dengan dana bansos.

Sebagai informasi, adanya penyimpangan penggunaan dana Bansos OKU 2008 ini telah menyeret sejumlah nama yakni mantan Sekda OKU Syamsir Djalib yang di vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Kemudian, mantan Kabag Umum dan Perlengkapan OKU Sugeng yang di vonis 4 tahun enam bulan dan denda Rp 100 juta.

Selanjutnya mantan Kabag Keuangan OKU Chairil Amri,  di vonis 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta. Mantan Asisten III OKU Suprijadi Jazid, di vonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Kemudian mantan Kasubag Anggaran OKU Djanadi, di vonis 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Lalu mantan  bendahara OKU,  Akhyar Azazi yang di vonis satu tahun.

Terakhir mantan Bupati OKU dan Wagub Sumsel Eddy Yusuf serta Bupati OKU Yulius Nawawi, saat ini masih menjalani persidangan . Keduanya diduga menggunakan dana bansos tersebut untuk kepentingan pencalonan Eddy Yusuf sebagai Wagub Sumsel. Akibatnya, negara merugi hingga Rp 3 miliar lebih.

TEKS             : OSCAR RYZAL

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster