‘Raja Singa’ Pun Melanda Pelajar

 264 total views,  2 views today

Ilustrasi | Vemale.com

Ilustrasi | Vemale.com

PAGARALAM – Bagi orang tua sudah saatnya memperhatikan berbagai aktifitas anak remaja, mengingat kondisi pelajar saat ini tergolong cukup memperihatinkan dan perlu perhatian serius semua pihak.

Saat ini penyakit raja singa atau spelis dan inspeksi menular seks (IMS) mulai merambah kalangan pelajar yang ‘kerap’ melakukan seks bebas. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Drs Roshan Y M, M Kes didampingi Kasi Pengedalian Penyakit, Jon, kemarin (8/5).

Menurutnya, penyebab penularan penykit IMS atau raja singa atau spelis di kalangan pelajar terjadi dengan bermacam cara. Mulai dari hubungan seks bebas, baik sesama jenis termasuk pula para pekerja seks komersial (PSK).

“Sejauh ini kita sudah melakukan pendataan, ada 10 kasus pasien yang mengalami penyakit IMS atau spelis dan ada diantaranya pelajar,” kata Roshan.

Ia mengatakan, terdapatnya sejumlah itu berdasarkan hasil pemeriksaan pasien yang berobat diberbagai pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 5 kecamatan se-Kota Pagaralam.

“Ya, kemungkinan jumlah itu dapat bertambah lagi, mengingat ada diantara mereka yang tidak mau berobat atau memeriksakan diri kepada dokter karena malu,” ujarnya.

Penularan penyakit IMS atau spelis itu lanjutnya, kerap dialami orang yang memiliki profesi sebagai PSK termasuk pula ‘biduan atau penyanyi orgen tunggal’.

“Para biduan dan PSK inilah yang kemungkinan besar rawan terkena penyakit tersebut termasuk mencari mangsa diantaranya para pelajar,” jelasnya seraya berujar penularan ini terjadi akibat kurangnya kontrol para orang tua, terhadap anak sehingga dengan leluasa melakukan pergaulan bebas.

Kendati demikian kata Roshan, penemuan kasus IMS yang dialami para pelajar itu dinilai kurang pengawasan orang tua hingga melakukan seks bebas.

“Pastinya kita akan bekerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat dalam menanggulagi penyebaran penyakit IMS di kalangan pelajar. Termasuk pula meminta pihak terkait agar dapat mengefektifkan sejumlah kegiatan kesiswaan, seperti pramuka, PKS, dan kegiatan lainnya,” jelasnya.

Jon menambahkan, selain IMS ada beberapa penyakit lainya yang juga mulai menonjol di Pagaralam yakni pengidap Kusta 1 kasus dan TBC 21 kasus.

“Sejauh ini kita telah menargetkan penyembuhan terhadap 143 kasus penyakit tersebut setiap tahunnya. Namun yang berhasil ditemukan justru jauh dari target. Penyakit TBC dan kusta bisa disembuhkan dengan pengobatan secara kontinyu,” katanya seraya berkata kalau TBC harus diobatis secara tuntas, mengingat ada 1 orang bisa menularkan hingga 15 orang.

Hasil pendataan saat ini ada 4 penderita kusta yang sudah dilakukan pengobatan dan kondisinya mulai berangsur sembuh.

“Sebetulnya kedua penyakit itu sudah menjadi prioritas kita untuk dilakukan penanggulangan selain IMS tadi,” ulasnya.

 

TEKS     : ANTONI STEFEN
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster