Pengedar Sabu 11 Gram Dibekuk

 191 total views,  2 views today

Bob Arianto (32), mantan penjual obat generik dari pasar ke pasar kini harus berurusan dengan pihak kepolisian Unit Narkoba Polres Ogan Ilir.

Bob Arianto (32), mantan penjual obat generik dari pasar ke pasar kini harus berurusan dengan pihak kepolisian Unit Narkoba Polres Ogan Ilir.

INDERALAYA – Bob Arianto (32), mantan penjual obat generik dari pasar ke pasar kini harus berurusan dengan pihak kepolisian Unit Narkoba Polres Ogan Ilir.

Pasalnya, warga Desa Talang Balai Baru, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, menjadi bandar sabu. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 22 paket sabu berbagai ukuran dengan berat 11 gram bernilai Rp 11juta berhasi diamankan petugas.

Selain sabu, petugas juga mengamankan alat penghisap sabu dan beberapa telepon genggam. Kini, pria pengangguran ini harus mendekam di balik jeruji Polres OI untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut dilakukan oleh petugas Rabu (7/5), sekitar pukul 21.00 WIB. Penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat jika tersangka menyimpan sabu untuk diedarkan.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung turun dan melakukan pengintaian. Setelah mengetahui orang yang diburu ada di rumah, petugas langsung mengamankan.

Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menenukan 24 paket sabu, plastik sabu serta alat hisap yang berada di ruang tamu tersangka. Tersanga tidak bisa mengelak dan mengakui jika sabu tersebut baru didapat dari kawannya UC.

Guna kepentingan penyidikan, petugas langsung membawa tersangka dan barang bukti ke Mapolres Ogan Ilir.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui   Kasat Narkoba AKP Ihsan didampingi KBO Res Narkoba Ipda Ahmad Yani saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.

“Tersangka kita amankan karena menjadi pengedar sabu. Dari tangan tersangka, kami sita 24 paket sabu seberat 11 gram. Kalau diuangkan sekitar 11 juta,” ujarnya.

Ia menambahkan, tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 Ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Hal itu dikarenakan barang bukti tersebut diatas 5 gram.

Dihadapan petugas tersangka Bob mengaku, sabu yang didapat ini dari temannya satu dusun berinisial UC, untuk diedarkan kepada para pengguna “Barang ini aku dapat dari dusun inilah (Talang Balai Baru), bernama UC,’’ ujarnya.

Bob mengaku, usaha barang haram ini dilakukannya baru tiga bulan.  Sebelumnya  sebagai pedagang obat generic keliling “Memang dulu aku pernah pencandu, lalu tobat, tidak tau aku terpengaruh lagi, ada kawan nawarkan barang,‘’ tutupnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster