Dana TPS Diduga “Disunat”

 229 total views,  2 views today

Ilustrasi Pemilu 9 April 2014 | Dok KS

Ilustrasi Pemilu 9 April 2014 | Dok KS

KAYUAGUNG – Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April lalu tidak hanya meninggalkan cerita berbagai kecurangan tetapi juga berbagai persoalan lainnya. Diantaranya, penggunaan dana untuk penyelenggaran pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sejumlah Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) mengeluhkan, dana untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang disunat oleh oknum tertentu.

Dana yang harusnya dipergunakan untuk pembuatan tenda TPS, biaya pemuktahiran data pemilih dan honorer hansip, diterima tidak sesuai dengan jumlahnya. Parahnya lagi dalam pemotongan dana itu, nama KPU sebagai penyelenggara hajatan lima tahunan itu dibawa-bawa.

“Harusnya untuk setiap TPS, dana yang diterima Rp 250 ribu . Namun yang dibagikan, tidak sesuai. Ada TPS yang hanya menerima Rp 200 ribu. Rp 50 ribu yang dipotong itu, katanya untuk orang KPU. Memang jumlahnya tidak seberapa, tetapi jika dikalikan dengan jumlah seluruh TPS, maka nilainya cukup fantastis,” kata H, salah satu Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Pedamaran, Kamis (8/5).

“Tak hanya dana untuk TPS saja yang disunat, biaya untuk biaya pemuktahiran data atau pantarilh, yang seharusnya Rp 400 ribu juga diberikan tidak full oleh oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),” terangnya.

Berbeda dengan H, FD salah satu PPS di Kecamatan Pedamaran mengaku semua TPS di wilayahnya,  menerima biaya untuk pembuatan TPS itu tanpa ada potongan sedikit pun. Namun kata FD, memang ada sejumlah desa di Kecamatan Pedamaran, yang dana TPS nya “disunat”.

“Kalau di desa kami, tidak ada potongan. Tetapi ada di desa lain, biaya untuk TPS dipotong seperti di Desa Pedamaran I. Di desa kami dibayarkan penuh, karena memang ada tekanan. Sementara di desa lain, potongannya bervariasi ada yang Rp 50 ribu namun ada juga yang Rp 100 ribu,” bebernya.

Ketua KPU Kabupaten OKI, Dedi Irawan yang dikonfirmasi, membantah isu tak sedap tersebut apalagi pemotongan dana TPS itu membawa-bawa nama KPU OKI. Bahkan Dedi, menantang, kapada sumber yang membawa nama KPU dalam dugaan pemotongan itu, untuk bisa menunjuk langsung siapa oknumnya.”Kalau memang ada, tunjuk langsung saja orangnya, disini kan banyak orang-orang KPU,” tantang Dedi.

Dedi menjelaskan, sebelumnya KPU telah mengumpulkan sejumlah panitia pemilihan terkait dengan informasi tidak sedap yang beredar tersebut. Hasilnya sebut Dedi, tidak ada persoalan. Semua dananya pun, sudah disalurkan. “Namun mengenai mekanisme di PPK, kita tidak tahu-menahu. Namun di kami, semuanya sudah selesai,” tegasnya.

Sementara itu Ketua PPK Pedamaran, Ediman Aseh saat di konfirmasi melalui handphone (HP) nya, kemarin, membantah tudingan tersebut. Ia menyebut, PPK Pedamaran tidak pernah memotong dana sedikit pun untuk TPS.

“Semuanya sudah disalurkan, tanpa ada potongan sedikit pun. Kalau pun ada, artinya ada oknum yang bermain namun bukan saya.  Kamu tanya langsung dengan Feri di Pedamaran 1, semuanya full saya bayarkan,” kata Ediman dengan nada keras.

Ediman juga membantah, dia pernah mengaku kepada seseorang kalau dana tersebut bukan dipotong oleh KPU, namun inisiatif dia  dengan alasan sebagai upah jalan mengambil uang itu dari KPU dengan kendaraan miliknya. “Itu tidak benar !! Siapa nama orangnya?  Dan kalau ada berita yang macam-macam soal saya, kamu saya tuntut sampai kemanapun!!! ,”  ancam Ediman.

TEKS              : DONI AFRIANSYAH

EDITOR          : REYNALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster