Terkait Dugaan Pencabulan, Kemenag Sumsel “Bela” RF

 210 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan (Sumsel), “membela” RF, Kepala Kantor Kemenag (Kakankemenag) Pagaralam, yang dilaporkan melakukan pencabulan terhadap salah satu salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Lahat.

Kepala Kanwil Kemenang Sumsel, Hambali menyebut, belum akan menon aktifkan RF dari jabatannya tersebut.  “Kami tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Namun kami, akan tetap menghormati proses hukum yang berjalan kepada pihak kepolisian,” kata Hambali kepada wartawan di Kanwil Kemenang Sumsel, Rabu (7/5/2014).

Ia menerangkan, Kanwil Kemenang Sumsel sudah melakukan berbagai tahapan dalam melakukan penyelidikan, terhadap kasus tersebut. Tim investigasi sebutnya, sudah diturunkan ke Pagaralam untuk data-data yang diperlukan. “Kakankemenag Pagaralam, juga sudah kita panggil untuk dimintai klarifikasi, terkait tuduhan adanya dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut,” jelasnya.

Namun terang Hambali, untuk penyelidikannya akan dilakukan oleh Kementrian Agama (Kemenag). Sebab RF terang Hambali, adalah pejabat eselon III. “Kami belum bisa memberikan rekomendasi apapun. Namun kami prihatin dengan persoalan ini, “ ujarnya.

Hambali juga menerangkan, RF saat diminta klarifikasi membantah keras kalau ia melakukan pencabulan. RF sebut Hambali mengaku, ia di fitnah oleh oknum tertentu. “Karenanya, kami belum mengambil keputusan apapun. Paling tidak, kami harus mempunyai bukti pendukung untuk menetapkan sebagai tersangka,” lanjutnya.

Hambali juga menyebut, Kemenag Sumsel akan melakukan pembelaan terhadap RF dengan menyediakan penasehat hukum.  “Kami sudah menawarkan penasehat hukum, tetapi RF lebih nyaman dengan pilihannya sendiri,” ungkapnya.

Untuk saat ini sambungnya, Kemenang Sumsel lebih memilih mengumpulkan data-data yang selanjutnya akan disampaikan kepada Kemenag.. Sehingga keputusan mengenai status RF dapat segera ditentukan, apakah masih atau tidaknya di Kemenag.

Dalam kesempatan itu, Hambali menghimbau kepada semua pegawai Kemenag di Kota Pagaralam untuk tetap tenang. “Bekerja seperti biasa sembari menunggu proses hukum yang sedang berlangsung,” tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Kepala Kemenag Pagaralam yang juga pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, yang berlokasi di Jl RE Martadinata, Kecamatan Kota Lahat dituding melakukan pencabulan terhadap santrinya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster