Spesialis Jambret Keok Didor, Mahasiswa Diciduk Saat Pesta Sabu

 137 total views,  2 views today

senjata-api

Ilustrasi

PALEMBANG – Mencoba kabur saat akan ditangkap, Subandi (28), tekapar tidak berdaya setelah petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polsekta Ilir Timur I Palembang, memberikan hadiah timah panas di kaki kanannya, Rabu (7/5/2014) pukul 16.30 WIB.

Untuk menebus kejahatannya, kini warga Jalan Taqwa Mata Merah, Kecamatan Kalidoni Palembang ini, harus menghuni enjara Mapolsekta Ilir Timur I Palembang.

Ditempat dan waktu yang berbeda petugas Polsekta Ilir Timur I Palenbang, juga berhasil menangkap Aldino Wahyudi (26) dan Subandi (30), keduanya merupakan spesealis jambret yang sering beraksi di Jalan Veteran dan Jalan A Rivai.

Kedua tersangka diamankan bersama beberapa teman perempuannya yang tengan menggelar pesta sabu di kamar nomor 342, sebuah hotel yang berada di kawasan Ilir Timur II Palembang.

Saat diamankan, polisi ikut berhasil menyita barang bukti (BB) berupa sepuluh unit ATM dari berbagai Bank, dua unit SIM C, tiga unit KTP, satu paket sabu, dua butir inek, dua unit HP Blackberry, satu unit HP Samsung, satu unit Power Bank dan satu buah pisau serta satu unit mobil Toyot Crown warna Silver nomor polisi B 102 CEH.

Dari semua kartu ATM, KTP dan SIM tersebut semua merupakan hasil kejahatan pelaku. Diduga masih banyak kartu lainnya yang telah dibuang pelaku.

Menurut informasi, penangkapan itu berawal dari adanya kerja sama antara pihak hotel dangan kepolisian Polsekta IT I. Pihak hotel yang mendapat rekaman CCTV saat tersangka melakukan transaksi menggunakan kartu ATM Bank Permata milik korban atas nama Hj Rohaya Roni yang menjadi korban penjambretan di Jalan A Rivai persis di depan Bank BCA beberapa waktu lalu.

Korban yang membuat laporan di Polsekta IT I, mengalami kerugian berupa uang tunai dan beberapa kartu ATM termasuk ATM Bank Permata miliknya yang lupa diblokir korban.

Mendapat informasi itu, anggota Polsekta IT I langsung meluncur ke TKP dan menggrebek kamar tersebut. Benar saja, saat digeledah ditemukan tersangka dan beberapa teman perempuannya tengah menggelar pesta sabu. Selanjutnya tersangka langsung digiring ke Polsekta IT I untuk diambil keterangan lebih lanjut.

Di hadapan polisi, Aldino yang tercatat sebagai mahasiswa semester lima jurusan Manajemen Informatika di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) itu mengelak jika dirinya seorang jambret.

“Saya tidak tahu kalau ATM itu hasil kejahatan, saya hanya dikasih Subandi. Saya sudah beberapa kali menggunakan ATM itu seperti di diskotik KM 7 dan di hotel di Jalan M Isa,” ungkapnya.

Tersangka warga Jalan Perintis Kemerdekaan Lorong Air Panas itu juga mengungkapkan, saat digrebek ia bersama Subandi dan tiga teman perempuannya sedang berpesta sabu yang dibeli di 13 Ilir seharga Rp 300 ribu.

“Kami tadi masuk hotel sekitar pukul 09.30 dan sekitar pukul 12.30 WIB dan kami digrebek polisi,” tuturnya.

Kapolsekta IT I Kompol Afria Jaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Hamsal menjelaskan, tersangka diamankan dengan beberapa teman perempuannya saat menggelar pesta sabu di salah satu hotel mewah di Jalan Dr M Isa. Selain diamankan karena kasus narkoba, kedua tersangka diamankan atas adanya laporan dari beberapa korban terkait kasus penjambretan.

“Penangkapan kedua spesialis jambret ini berawal dari aktifnya kartu Kredit Permata korban atas kasus jambret di depan Bank BCA Jalan Kapt A Rivai beberapa waktu lalu dengan korban atas nama H Rohaya Roni (15/04/2014) lalu. Dimana sering digunakan pelaku untuk bertransaksi, dari sinilah akhirnya petugas berhasil melakukan penyelidikan lebih lanjut, bahkan diketahui pelaku ini sudah 4 kali melakukan transaksi melalui ATM korban,” jelasnya.

Dilanjutkan Afria, penangkan tersangka berdasarkan atas adanya kerja sama anatara pihak hotel dengan kepolisian. Pihak hotel yang mendapat rekamn CCTV langsung menginformasikan kepada polisi dan saat itu juga langsung bergerak untuk mengamankannya.

“Atas perbuatannya, tersangka akan kita jerat dengan pasal berlapis. Untuk kasus jambret kita kenakan pasal 363 KUHP dan untuk kepemilikan narkoba kita jerat dengan Pasal 112 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster