Muaraenim Minta Rp 753 M ke Pusat

 292 total views,  2 views today

MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim, ternyata masih cukup tergantung dengan dana perimbangan, baik dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU), untuk membiayai pembangunan daerah.

Wakil  Bupati Muaraenim, H Nurul Aman, tidak memungkiri itu. Ia menyebut,  peranan dana perimbangan sangat signifikan kontribusinya, bagi pembangunan di Kabupaten Muaraenim. Namun kata Nurul, DAK dan DAU itu adalah hak bagi Muaraenim.

Sebab DAU dan DAK adalah dana yang dikumpulkan pemerintah pusat, dari bagi hasil pajak dan non pajak yang ditarik dari daerah. “Tahun ini, kita berharap dana perimbangan yang didapatkan Muaraenim mencapai Rp 753 miliar lebih. Namun sampai Maret lalu, belum ada yang terealisasi, “ terang Nurul yang dibincangi usai membuka sosialisasi dana perimbangan di Muaraenim, belum lama ini.

Ia menjelaskan, nantinya dari dana perimbangan yakni dari DAK akan dialokasikan Rp 59 miliar, untuk pendidikan, infrstruktur, irigasi, sanitasi, sarana dan prasarana, KB, kehutanan dan perdagangan.

“Untuk 2014 ini, setidaknya ada tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengajukan usulan untuk mendapatkan dana perimbangan yakni BLH, Dinkes, PU Bina Marga, Dishub, BP4K, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu dan BKKBN,” bebernya.

Bagaimana dengan 2013 ? Nurul menyebut, pada 2013 lalu, dana perimbangan yang didapatkan Kabupaten Muaraenim, tidak sesuai dengan target yang diajukan.  “Tahun lalu, Untuk DAK, dari bagi hasil pajak kita targetkan menerima Rp363 miliar lebih namun terealisasi Rp 386 miliar lebih. Sementara dari bagi hasil bukan pajak, dari target Rp 478 miliar lebih yang  terealisasi hanya Rp 439 miliar lebih,” ucapnya.

Sementara dari DAU, dari target Rp 678 miliar lebih terealisasi 100 persen. Dana tersebut sebut Nurul, dialokasikan Rp 46 miliar lebih untuk sembilan bidang, dengan realisasi Rp45 miliar lebih. Sisanya, akan dipergunakan kembali untuk membiayai kegiatan pembangunan di Muaraenim pada tahun ini.

Kedepan,  ia berharap pemerintah pusat lebih memprioritaskan Kabupaten Muaraenim, dalam pemberian dana bagi perimbangan. Sehingga  Kabupaten Muaraenim jelasnya, dapat berkembang lebih pesat. “Dengan begitu, akan lebih meringankan beban biaya pembangunan yang harus dialokasikan dari APBD,”  tukasnya.

 

TEKS            : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster