Golput Diprediksi Melonjak

 274 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PAGARALAM – Menjelang Bulan Suci Ranmadhan sekaligus memasuki musim panen, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam, menegaskan jumlah pemilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli nanti akan bertambah dari jumlah pemilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu. Demikian dikemukakan Ketua KPU Kota Pagaralam Hendri melalui Divisi Teknis Dan Penyelenggaaraan Ahmad Qori Setiawan, Rabu (7/5).

Menurutnya, adanya penambahan pemilih untuk Pilpres kemungkinan banyak dari kalangan pemilih pemula.

“Ya, bisa saja pada saat Pilpres mendatang, dimana sebelumnya ada warga yang belum mencukupi syarat pada pileg lalu dapat memilih pada Pilpres nanti,” katanya.

Sesuai dengan data sebelumnya kata Qori,  DPT Pileg lalu yang berasal dari 35 kelurahan atau sebanyak 450 TPS dengan jumlah pemilih perempuan sebanyak 49,501 dan laki-laki sebanyak 51,650 dengan total sebanyak 101.1611 pemilih.

Sementara rekapitulasi DPT hasil perbaikan untuk Kecamatan Dempo Selatan berjumlah sebanyak 5.046 pemilih laki-laki dan 4,508 pemilih perempuan jumlah keseluruhan sebanyak 9,554 pemilih.

Kemudian Kecamatan Dempo Tengah, junlah pemilih laki-laki 5,386 dan perempuan 4,895 dengan total 10,281. Untuk Kecamatan Dempo Utara laki-laki 8,520 dan perempuan 8,014 total 16,534.

Selanjutnya Kecamatan Pagaralam Utara jumlah pemilih laki-laki 15,068 dan perempuan 14,872 total 29,940 dan Kecamatan Pagaralam Selatan pemilih laki-laki 17,640 dan perempuan 17, 212 dengan total 34,852 pemilih.

Meski begitu kata dia, bertambahnya jumlah pemilih pada pilpres nanti belum diyakini kalau partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya akan malampaui atau menyamai persentase hasil pileg lalu.

“Kita prediksi, tingkat partisipasi masyarakat pada pilpres nanti akan menurun,” tegasnya seraya berujar partisapasi pada pileg lalu bisa mencapai 87 persen dari sebelumnya 85 persen dan berkaca pada pemilu tahun 2009, serta perbandingan antara Pilkada dan Pilgub hanya mencapai rata-rata 65-70 persen.

Prediksi lainnya yang akan meningkatnya angka golput pada Pilpres nanti ia menambahkan, dihelat pada saat bulan Suci Ramadhan dan musim panen kopi mengingat profesi mayoritas masyarakat Pagaralam adalah petani. “Sehingga diyakini akan mempengaruhi menurunnya partisipasi masyarakat dalam memilih Capres dan Cawapres,” tegasnya.

 

TEKS  : ANTONI STEFEN

EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster