Daerah Diminta Waspadai MERS

 457 total views,  2 views today

Seorang Petugas Dinkes sedang Memberikan arahan kepada calon Cemaah Haji terkait Virus MERS

Seorang Petugas Dinkes sedang Memberikan arahan kepada calon Cemaah Umroh Agar Waspada terhadap Virus MERS | Iwan Cheristian

PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel), mengakui telah mendapatkan surat edaran dari Kementrian Kesehatan, terkait penyebaran virus MERS. Surat edaran ini, akan diteruskan ke Dinkes kabupaten dan kota di Sumsel, agar mewaspadai penyebaran virus tersebut.

Plt Kepala Dinkes Sumsel, Fenty Aprina mengatakan, dalam waktu dekat ini, Dinkes sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, guna mengadakan pertemuan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masuknya virus MERS ini. “Senin nanti, kami adakan pertemuan dengan instansi terkait untuk membahas surat edaran tersebut,” kata Fenty, Rabu (7/5).

Dia menambahkan, menyikapi masuknya virus MERS, Dinkes bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), untuk mencegah masuknya virus tersebut ke Sumsel.”Virus ini, didapatkan dari timur tengah namun antisipasi harus kita lakukan, karenanya pelabuhan yang menjadi pintu masuk kedatangan dari luar negeri misalnya jemaah umroh dan haji, harus ditingkatkan kewaspadaanya,” ujarnya.

Fenty menyebutkan, terminal kedatangan luar negeri, terutama daerah-daerah yang merupakan endemik penyebaran virus MERS, akan mendapatkan perhatian khusus dari KKP. Dengan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, sehingga jika ditemukan adanya gejala supect virus MERS dapat segera dilakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya.

“Kalau memang suspect, Dinkes akan melakukan pemeriksaan dengan pihak terkait. Kemudian akan dibawa ke rumah sakit rujukan yakni RSMH dan RS Charitas. Itu, kalau ada yang memang suspect,” terangnya.

Dia menegaskan, pelaksanaan haji dan umroh tidak boleh dihentikan. Untuk itu, pihaknya berusaha untuk melakukan upaya-upaya pencegahan. “Kami akan meningkatkan kewaspadaan, dengan upaya promotif dan presentif terjadinya penyakit ini. Untuk masa inkubasinya sama, karena virus sekitar satu minggu. Jadi, karena ini memang berat sehingga harus diwaspadai,” sebut Fenty.

Lanjut Fenty menganjurkan, bagi calon jamaah haji dan umroh agar dapat menjaga daya tahan tubuhnya, dengan mengkonsumsi makanan bergizi. “Kemudian jangan lupa menggunakan masker dan juga cuci tangan saat selesai berkumpul dengan orang ramai,” tambahnya.

Dia menjelaskan, gejala virus MERS ini hampir sama dengan inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni gejalanya panas tinggi. Kemudian batuk pilek disertai sesak nafas. Serta adanya riwayat pernah melakukan bepergian ke daerah-daerah yang endemik virus tersebut.”Begitu ada gejala-gejala harus segera ke rumah sakit, “ tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster