Fariha : Timbangan Berkurang Hingga Dua Ons

 322 total views,  2 views today

Salah satu pedagang ikan menggunakan alat timbangannya di Pasar Tradisional Cinde, Palembang, Beberapa waktu lalu. Dalam Sidak tim Disperindag Sumsel masih banyak ditemui pedagang yang menggunakan alat timbang yang tidak berstandar Nasional. Foto : Bagus Kurniawan/KS

Salah satu pedagang ikan menggunakan alat timbangannya di Pasar Tradisional Cinde, Palembang, Beberapa waktu lalu. Dalam Sidak tim Disperindag Sumsel masih banyak ditemui pedagang yang menggunakan alat timbang yang tidak berstandar Nasional. | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Untuk meraup untung besar, banyak pedagang yang melakukan kecurangan. Hal tersebut dikeluhkan oleh para konsumen, pasalnya kurangnya berat timbangan, bisa mencapai dua ons.

Fariha (46), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Kertapati ini misalnya. Ia mengaku, sering menerima prilaku “nakal” pedagang tersebut. Menurutnya, barang yang dibelinya di pasar tradisional, sering tidak sesuai dengan berat sebenarnya. Biasanya sebut Fariha, itu terjadi saat ia membeli barang kebutuhan pokok.

“Contohnya minggu lalu, ketika saat membeli telur dan minyak goreng di Pasar Kertapati, berat telur hanya sembilan ons tidak sampai satu kilogram (Kg). Parahnya lagi, minyak goreng curah yang saya beli, beratnya hanya delapan ons atau kurang dari dua ons dari satu kg,” keluh Fariha ketika dibincangi, Selasa (6/5/2014).

Sayangnya kata Fariha, tindakan nakal sejumlah pedagang di pasar tradisional ini seringkali luput dari perhatian instansi berwenang. “Harusnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), yang bertanggung jawab mengawasi pedagang tradisional itu rutin melakukan pengawasan. Kalau seperti ini terus, wajar jika kemudian banyak masyarakat lebih memilih  berbelanja di pasar swalayan karena berat timbangan yang terjamin,” ucapnya.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang, Syahrul Hefni, membantah kalau selama ini Disperindag tidak pernah melakukan pengawasan terhadap pedagang tradisional tersebut.

Ia menyebut Disperindag memiliki tim khusus,  untuk mengecek timbangan yang beredar di pasar-pasar tradisional di kota empek-empek ini. “Kami sudah ada tim khusus untuk melakukan pengecekan, jangan sampai ada kecurangan. Jika ada pedagang yang kedapatan melakukan kecurangan, kita akan tindak tegas dengan cara melaporkan pedagang itu ke polisi,” bebernya.

Syahrul menjelaskan, Disperindagkop rutin melakukan pengawasan terhadap pedagang tradisional tersebut. Minimal setiap enam bulan sekali menurutnya, tim dari Disperindagkop akan turun untuk mengecek timbangan yang dipakai pedagang di pasar-pasar tradisional.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster