Baru Diaspal, Jalan Sudah Retak dan Hancur

 313 total views,  2 views today

Nampak terlihat kondisi jalan yang mulai hancur meski baru diperbaiki.

Nampak terlihat kondisi jalan yang mulai hancur meski baru diperbaiki.

PALI – Pengerjaan proyek pengaspalan jalan yang dilakukan di dalam Ibukota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali menjadi sorotan.

Bukan hanya papan proyek yang hingga saat ini belum juga dilakukan pemasangan di beberapa proyek, namun hasil dari pengerjaan tersebut diduga dikerjakan asal-asalan.

Pantuan KabarSumatera, Selasa (6/5), di beberapa titik yang telah dilakukan pengaspalan mengalami retak yang cukup parah. Bukan hanya itu, pengaspalan yang kurang maksimal juga terlihat di pemukiman warga Talang Nanas, tepatnya di Jalan Pelita, RT01/RW03, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, yang mengalami retak dan hancur.

“Kalau pengaspalan itu sendiri, telah dilakukan kurang lebih satu bulan lalu. Kalau keadaanya, bisa dilihat sendiri jalan itu, ada yang sudah retak dan ada juga yang sudah hancur. Padahal, jalan itu baru dikerjakan dengan diaspal,” ujar Erik, salah satu warga yang ditemui ditempat tersebut, Selasa (6/5).

Sementara, Arudin Baskoro, Koordinator Wilayah (Korwil), salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), di Talang Ubi, menyayangkan, adanya indikasi pengerjaan asal-asalan yang dilakukan pihak pemborong, melalui Dinas Pengerjaan Umum (PU) Kabupaten PALI, dalam melakukan pengaspalan di wilayah tersebut.

“Sebenarnya kita sangat sayangkan dengan adanya temuan yang sepeti ini. Janganlah membuat masyarakat menjadi korban, dengan tidak maksimalnya pengaspalan ini. Bisa dilihat jalan tersebut baru saja diaspal, namun beberapa hari kemudian sudah alami retak dan hancur,” terangnya.

Untuk itu dirinya sangat mengharapkan, Dinas PU Kabupaten PALI, untuk benar-benar membangun Kabupaten PALI ini. “Sekarang papan proyek tidak ada, dan jalan sudah mulai hancur. Kita masyarakat berharap, proyek-proyek yang diadakan melalui pemerintah daerah, jangan menjadi ajang untuk mencari keuntungan semata,” tegasnya.

 

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster