Pemeriksa Instalasi Listrik Mayoritas Belum Sertifikasi

 364 total views,  2 views today

Pembongkaran perangkat listrik oleh petugas di kawasan proyek pembangunan Underpass simpang Patal,Palembang, Kamis lalu.

Ilustrasi PLN

PALEMBANG – Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik (Konsuil) mencatat tenaga pemasang dan pemeriksa instalasi listrik di Sumsel masih banyak yang belum tersertifikasi. Hal ini sangat berbahaya karena dikhawatirkan akan adanya oknum yang meginstalasi listrik tidak sesuai standar yang ditetapkan.

Kepala Wilayah Konsuil Sumsel, Sjamsu Rizal Usman saat membuka pelatihan dan uji kompetensi tenaga Konsuil di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumsel, Senin (5/5) mengungkapkan, selama ini dalam melakukan proses instalasi listrik, kebanyakan masyarakat melakukannya sendiri tanpa adanya pengawasan.

“Bahkan tukang bangunan atau tukang kayu pun boleh memasang instalasi listrik, padahal mereka belum tersertifikasi,”katanya, Senin (5/5).

Contohnya saja perihal kabel yang digunakan, kadangkala tidak berstandar, seharusnya kabel yang dipasang antara berukuran 2,5 mm, namun yang dipasang hanya 1,5 mm. Risiko yang akan didapat pun beragam mulai dari arus pendek lisrik yang dapat menyebabkan kebarakan ataupun sengatan.

“Padahal ada undang-undang yang menyatakan bahan yang digunakan harus sudah memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI),” katanya.

Ironisnya, tenaga Konsuil di Sumsel yang bertugas untuk memberikan sertifikat kepada tenaga pemasang dan pengawas masih terbatas. Saat ini, jumlah tenaga konsuil hanya ada delapan orang. Jumlah ini sangat jauh dari ideal.

“Itulah sebabnya, kami melakukan uji kompetensi bagi para inspektur konsuil agar jumlanya bertambah sehingga dapat melakukan pemantauan pada pemasang instalasi listrik tegangan rendah. Dan tingkat risiko pun dapat diminimalisir,” paparnya.

Sjamsu menjelaskan, di tahun ini, PLN menargetkan sekitar 146 ribu pemasangan baru dan Konsuil bertugas untuk mengambil bagian sekitar 86 ribu.

“Kami ingin memastikan semua sambungan tersebut sudah memiliki Sertifikat Layak Operasi (SLO). Tujuannya agar sambungan sudah benar-benar layak untuk digunakan baik dari sisi standarisasi, cara pemasangan maupun spesifikasinya.

“Untungnya, saat ini ada atudan yang menyatakan bahwa aliran listrik dari PLN baru bisa mengalir jika instalasi sudah terstandar dan layak digunakan,” bebernya.

TEKS  : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster