Kolam Retensi Terkendala Lahan

 239 total views,  2 views today

Ilustrasi Kolam Retensi | Dok KS

Ilustrasi Kolam Retensi | Dok KS

PALEMBANG – Harapan warga Palembang untuk terbebas dari banjir nampaknya belum begitu aman. Sebab, masih proyek pembangunan pompa air di Sungai Bendung Sekip dan kolam retensi Sungai Buah, masih terhambat dengan lahan yang ada.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pengairan Sumsel, Hj Megawaty mengatakan, pembangunan itu merupakan kerjasama pihaknya bersama dengan Pemkot Palembang dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera.

Dimana untuk pembebasan lahan juga disertakan dana Pemda, sedangka fisik dibangun oleh pusat. Untuk pembangunan pompa air di Sungai Bendung, ada lahan seluas 1,3 hektar namun baru siap seluas 0,9 hektar. Pembangunan fisik rumah pompa ini, menelan dana hingga Rp 70 miliar dengan sistem multi years. “Ini untuk meminimalisir banjir yang ada di sekitar wilayah Kota Palembang,” kata Megawaty di ruang kerjanya, kemarin (5/5/2014).

Sedangkan di Sungai Buah, hanya ada 1,8 hektar lahan yang disiapkan padahal kebutuhan untuk mengatasi banjir di wilayah sana perlu lahan seluas 6 hektar. “Untuk itulah, dana pembangunan proyek ini belum dipastikan karena masih menunggu lahan yang ada,” jelasnya.

Kedua proyek ini, sebutnya mengalami kendala dalam pembebasan lahan. Permintaan harga yang tinggi dan sertifikat tanah yang tumpang tindih, membuat tim terpadu tersebut kesulitan melakukan pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan di dua lokasi itu memerlukan dana Rp 70 miliar dimana Pemprov Sumsel mengalokasikan Rp 35 miliar, Pemkot Palembang Rp 15 miliar dan Balai Besar membantu Rp 20 miliar. Namun, di APBD Sumsel baru dialokasi Rp 20 miliar, karena memang harga tanah jauh lebih tinggi, sisanya Rp 15 miliar akan dianggarkan pada APBD Perubahan Sumsel 2014,” tegasnya.

Terkait banjir, dia menjelaskan, idealnya Palembang memiliki 65 kolam retensi. Sedangkan saat ini hanya memiliki 22 kolam saja. Setidaknya untuk mencapai kekurangan sebanyak 43 kolam diestimasikan waktu hingga 2022 mendatang.

Rencana pembangunan tersebut, sambungnya, memang telah berlangsung lama namun baru dapat direalisasikan tahun 2014 ini. “Untuk tahun depan rencananya akan dibangun juga kolam retensi di Simpang Bandara,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster