Kekerasan Itu Terjadi Kembali, Jihan Tewas Dikeroyok Teman Sekelas

 327 total views,  2 views today

Ilustrasi | Antarafoto.com

Ilustrasi | Antarafoto.com

MUARAENIM – Barulah bangsa ini memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei lalu namun  kekerasan di sekolah terjadi kembali. Sebelumnya di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), salah seorang siswa dihukum disuruh menelanjangi diri sendiri di hadapan siswa lain oleh gurunya.

Kemarin, Senin (5/5), kekerasan dialami Jihan Salsabila (10). Bocah yang masuk duduk di kelas III SD Negeri 14 Muaraenim ini harus menghembuskan nafasnya yang terakhir di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Dr HM Rabain Muaraenim, sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Ia meninggal diduga, akibat kekerasan yang dialaminya, Rabu (30/4). Informasi yang dihimpun,  Jihan dikeroyok oleh empat orang teman sekelasnya sekitar pukul 09.15 WIB, atau saat jam istirahat belajar.

Tanpa sebab yang jelas, korban ditendang oleh empat teman laki-lakinya tersebut. Jumat (2/5), korban mengeluh kakinya sakit kepada orang tuanya. Saat diperiksa, ternyata paha dan pinggang bagian kiri korban, mengalami luka lebam.

Kemudian Sabtu (3/5), korban dengan digendong orang tuanya mendatangi pihak sekolah, untuk minta izin dan memberitahukan, jika korban mengalami sakit. Atas saran guru, korban akhirnya dipijat.

Namun kondisi korban, kian kritis. Minggu (4/5), kondisi korban semakin parah dan mulai tidak sadarkan diri, sehingga sekitar pukul 23.00 WIB, korban dilarikan keluarganya ke RS dr HM Rabain, untuk mendapatkan perawatan. Namun sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, nyawa korban tidak tertolong.

Erma Suryani (35), ibu korban yang dibincangi di rumah duka di RT 03 RW 05, Kelurahan Muaraenim, menyebut selama ini anaknya tersebut dikenal pendiam dan tidak ada musuh. Ia mengaku, tidak tahu penyebab kenapa korban dikeroyok oleh empat orang teman sekelasnya.

Namun Erma mengaku sudah ikhlas menerima kepergian anaknya tersebut. “Kami sudah ikhlas, ini mungkin sudah takdirnya. Kami tidak akan membawa persoalan ini, ke jalur hukum apalagi orang tua ke empat anak yang mengeroyok anak saya tersebut sudah menyatakan niatan baiknya untuk berdamai dan siap bertanggung jawab,” ucapnya.

Dibincangi terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 14 Muaraenim, Ernawati membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun setelah kejadian itu, korban kembali belajar seperti biasa. “Mereka hanya bermain-main, namun setelah itu tidak ada keluhan. Sabtu, barulah orang tuanya mendatangi sekolah dan melaporkan pengeroyokan tersebut dan akhirnya korban meninggal dunia,” terangnya.

“Kami akan memfasilitasi pertemuan antara orang tua korban dengan empat orang tua temannya tersebut. Orang tua korban sendiri, sudah mau berdamai,” tukasnya.

TEKS           : SISWANTO

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster