2019, Diprediksi Puncak Kemacetan

 338 total views,  2 views today

Ilustrasi Jalan Macet | Bagus Park

Ilustrasi Jalan Macet | Bagus Park

PALEMBANG – Pemprov Sumsel terus memutar otak untuk mengurai kemacetan, terutama di ibukota provinsi. Tingginya frekuensi jumlah kendaraan yang tidak dibarengi bertambahnya pembuatan jalan baru, membuat Kota Palembang diprediksi mengalami puncak kemacetan pada 2019 mendatang.

Pemprov Sumsel melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) berharap, gagasan pembangunan dua jembatan baru, yakni Jembatan Musi IV dan Musi VI, kian mendesak dilakukan. Tak hanya itu, pengerjaan jalan underpass di persimpangan Patal serta jalan layang (fly over) persimpangan Jakabaring, diharapkan mampu mengurai kemacetan tersebut.

“Satu hal, kita juga perlu menambah satu titik fly over baru di Simpang Empat Bandara – Jalan Soekarno Hatta. Titik ini ideal, mengingat volume kendaraan juga semakin padat dilokasi ini,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PU BM Sumsel, Rizal Abdullah, kemarin.

Jika setelah survey tidak bisa dilakukan, lanjutnya, pembangunan bundaran juga efektif. “Semua masih kita kaji, apakah underpass atau fly over,” ujar dia.

Menurutnya, titik kemacetan terparah terjadi di Simpang Empat Charitas. Kendati demikian, untuk membangun jembatan atau underpass, sangat tidak memungkinkan mengingat lokasi serta kontur jalan.

Jika tetap memaksakan diri untuk membangun underpass, tentu akan beresiko banjir dan runtuh, mengingat dataran tersebut lebih rendah dari Sungai Musi. Kondisi ini dinilainya sangat rawan.

Begitu pula jika dibangun fly over. Menurutnya, pembebasan lahan harus diperhatikan. Sebab, banyak bangunan bersejarah serta aset-aset penting berdiri disana. “Sebut saja, RS RK Charitas serta Bank Indonesia. Sulit kita untuk mengambil resiko serta menempuh solusi itu,” ujarnya.

Untuk pengerjaan fly over di Simpang Empat Jakabaring dan Underpass Simpang Patal, Rizal memastikan mampu mengurai kemacetan yang saat ini masih menjadi problema utama Kota Palembang.

Ia berharap, pengerjaan dua jembatan (Musi IV dan Musi VI) menjadi solusi terbaik, untuk menekan laju tumbuhnya arus lintas yang semakin tinggi. “Ini merupakan hasil dari penelitian dari sejumlah pihak. Sudah sangat padat. Tentunya berimbas pada kemacetan. Kita khawatirkan, jika tetap dibiarkan pada 2019 kendaraan semakin padat. Ini juga didukung dengan adanya program mobil murah,” ungkapnya.

Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III Wilayah Sumatera, Tasripin mengaku, pembangunan fly over atau underpass di Simpang Empat Bandara tersebut masih harus melalui sejumlah kajian dan koordinasi.

Meski demikian, ia menilai jika kebutuhan untuk pembangunan jembatan baru selain dua jembatan yang saat ini dilaksanakan memang mendesak dilakukan. “Kita juga masih melihat dananya juga, mengingat sumbernya juga berasal dari APBN,”  tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster