Tutupi Biaya UN tingkat SD, Kepsek Harus Rogoh Kocek Pribadi

 279 total views,  2 views today

BANYUASIN – Kepala Sekolah (Kepsek) SD di Kabupaten Banyuasin, nampaknya harus merogoh kocek pribadi, untuk menutupi biaya pelaksanaan ujian nasional (UN). Pasalnya, dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang biasa digunakan untuk menutupi biaya UN sampai saat ini belum juga cair.

Dengan kondisi itu, mau tidak mau menurut salah satu Kepsek SD Negeri di Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, mereka harus mengeluarkan uang pribadi dulu untuk menutupi biaya transportasi bagi pengawas UN.

“Tahun ini, yang ikut ujian negara disekolah kami memang sedikit, sekitar 20 siswa. Namun rasanya tidak mungkin, yang namanya kerja tidak ada upah. Mau tidak mau, nampaknya kita harus mengeluarkan uang pribadi,” terangnya sambil meminta namanya dirahasiakan ketika dibincangi, kemarin.

Ia menyebut, biasanya pencairan dana BOS itu dilakukan dipertengahan pada awal bulan setiap triwulannya. Entah ada kendala apa, sampai saat ini sebutnya, walau sudah diakhir bulan, dana BOS itu belum juga cair.  “Padahal dari dana itulah bebernya, diharapkan bisa digunakan untuk menutupi biaya pelaksanaan UN,” ujarnya.

UPTD Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin yang di konfirmasi, membenarkan dana BOS tersebut belum juga bisa dicairkan.  Bendahara UPTD Disdik Betung,  Nur hanya meminta kepsek bersabar.  “Namun belum cairnya dana BOS ini,  bukan alasan untuk menghambat pelaksanaan UN,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Disdik Banyuasin, Merki Bakri saat diminta konfirmasikan melalui Kabid Program, Sadiman menyebut, pelaksanaan UN tidak ada kaitannya dengan pencairan dana Bos. Sebab dalam UN terangnya, sudah jelas aturannya.

“Sebenarnya sekolah-sekolah di Banyuasin, selain mendapatkan dana BOS juga mendapatkan bantuan dari Pemkab Banyuasin. Dana bantuan itu, baru sepekan lalu cair. Memang jumlahnya, tidak sebesar dana BOS. Namun jika kepsek itu pintar mengantur keuangan sekolah, terlambatnya pencairan dana BOS ini harusnya tidak masalah. Tetapi kalau tidak pintar, memang akan kelabakan” ucapnya.

“Harusnya kepsek tersebut tahu, kalau pelaksanaan UN/US butuh dana. Artinya, mereka harus memanfaatkan dana yang ada dengan cara menyisihkan dana bantuan sebelumnya, sejak lama. Jangan hanya bergantung dengan dana BOS, untuk pelaksanaan UN akibatnya, ya kelabakan,” tukasnya.

 

TEKS            : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster