Pedagang Masih Banyak “Nakal” Gunakan Timbangan tidak Standar

 142 total views,  2 views today

Salah satu pedagang ikan menggunakan alat timbangannya di Pasar Tradisional Cinde, Palembang, Beberapa waktu lalu. Dalam Sidak tim Disperindag Sumsel masih banyak ditemui pedagang yang menggunakan alat timbang yang tidak berstandar Nasional. Foto : Bagus Kurniawan/KS

Salah satu pedagang ikan menggunakan alat timbangannya di Pasar Tradisional Cinde, Palembang, Beberapa waktu lalu. Dalam Sidak tim Disperindag Sumsel masih banyak ditemui pedagang yang menggunakan alat timbang yang tidak berstandar Nasional. | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Selatan (Sumsel), menemukan masih banyak pedagang di pasar-pasar tradisional yang “nakal”. Pedagang ini, menggunakan timbangan, yang tidak sesuai standar.

Temuan itu didapatkan ketika tim Disperindag Sumsel, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Cinde, Palembang, Minggu (5/4). Sidak ini dilakukan, untuk mengecek timbangan yang digunakan para pedagang apakah sudah menggunakan timbangan berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) atau tidak, sekaligus bagian peringatan Hari Metrologi Dunia.

“Kami masih menemukan, ada pedagang yang menggunakan timbangan tidak standar. Kami masih memberi waktu kepada mereka, kedepannya jika masih saja menggunakan timbangan yang tak berlabel SNI, maka akan dilakukan penarikan,” Kepala Disperindag Sumsel, Permana, kemarin.

Permana menyayangkan masih ada saja sebagian pedagang “nakal”, yang belum mematuhi himbauan Disperindag. Dengan adanya temuan tersebut, Disperindag jelas Permana, akan melakukan pencabutan dan pensegelan terhadap timbangan yang tidak memenuhi standar, agar pedagang lain juga ikut tahu jika hal tersebut tidak dibolehkan.

“Kami akan tindak dengan tegas para pedagang tersebut dengan mencabut dan menyegelnya. Ini guna memberikan kenyamanan kepada konsumen, yang merasa dimainkan oleh oknum pedagang tersebut,” tegas Permana.

Dia menambahkan, untuk memastikan para pedagang menggunakan timbangan sesuai dengan standar. Disperindag akan memfasilitasinya dan memberikan kemudahan, untuk mendapatkan timbangan sesuai dengan label SNI. “Kepada pedagang yang akan membeli timbangan, kami akan memfasilitasinya yang sesuai dengan kriteria SNI,” tuturnya.

Dari sidak yang dilakukan tesebut, pihaknya mendapatkan berbagai jenis timbangan yang tidak sesuai standar SNI, seperti timbangan plastik, dan timbangan lain yang juga tak sesuai. “Kami temukan timbangan dari China yang tidak terdapat label SNI. disamping itu, kami juga temukan timbangan yang sudah sedikit rusak,” lanjutnya.

Timbangan rusak, lanjut Permana, timbangan tersebut terlalu sering terkena air sehingga kondisinya berkarat dan bukan dari hasil modifikasi. Sehingga keakuratannya dipertanyakan. Disperindag pun ucapnya, meminta kepada pedagang untuk mengganti timbangan yang rusak tersebut. Bila tidak, akan segera dilakukan penarikan. “Kami akan telusuri distributor timbangan duduk pastik yang tidak SNI. Kami akan menghentikan distribusinya dari China ke Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster