Bansos Kembali Dikucurkan

 211 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) lalu, penyaluran bantuan sosial sempat terhenti atas usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun usai pelaksanaan Pileg, bansos ini dipastikan akan kembali dikucurkan.

Hal ini dipastikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumatera Selatan (Sumsel), Apriadi ketika dibincangi, Jumat (2/4). “Sekarang yang berkaitan dengan kegiatan bansos, di kabupaten/kota telah kembali digalakan dan kini tengah berjalan,” kata Apriadi.

Bahkan kata Apriadi, Dinsos sudah mengucurkan bantuan untuk berbagai kabupaten di Sumsel diantaranya Banyuasin dan OKU. Disana bantuan yang diberikan adalah bantuan

mengingat ini sudah memasuki minggu kedua pasca pileg. Kita sudah memberikan bansos di berbagai daerah seperti di Banyuasin. Baru-baru ini kita ke OKU memberikan bansos UPTA dan lanjut usia,” kata Apriadi.

Ia menyebut, memang selama pelaksanaan Pileg lalu, semua bansos sempat terhenti penyalurannya. Itu sedikit banyak terang Apriadi, mempengaruhi target pemberian bansos di Sumsel.

“Namun sekarang sudah kembali normal, kita kejar kejar ketinggalan yang ada. Karena pemberhentian itu sekarang, kita baru salurkan 30 persen saja. Namun segera disusul agar pada Mei ini, bisa kita salurkan sebanyak 40 persen,” bebernya.

Namun terang Apriadi, memang saat pelaksaan Pileg, penyaluran bansos dihentikan. Tetapi tidak semua bantuan terhenti penyalurannya, bantuan yang sifatnya incident tetap disalurkan.  “Seperti bantuan bencana alam di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kebakaran di Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Disana, bantuan tetap kita salurkan. Kejadian-kejadian seperti itu, tidak ada alasan bagi kita untuk menunda pemberian bantuan,” ujarnya.

Ia juga menjamin, bansos yang disalurkan tersebut tidak berbentuk uang, melainkan barang serta kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat. Dinsos sendiri jelasnya, sebelum usulan KPK tersebut dilayangkan ke Presiden RI, telah lebih dulu menahan proses pencairan bansos pada saat Pileg lantaran waktu pencairan, baru bisa dilakukan Juni – Juli mendatang.

“Proses pencairan bansos itu, lebih dititikberatkan pada bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos). Jadi setelah Pileg, baru bisa dicairkan ke penerima bansos tersebut,” jelasnya.

Disinggung mengenai pemanfaatan dana bansos oleh oknum tidak bertanggung jawab, Apriadi mengakui bahwa hal tersebut memang kerap terjadi. “Beberapa waktu lalu kita telah mendapatkan laporan dari Kabupaten Banyuasin. Praktik ada salah satu oknum petugas di Program Keluarga Harapan (PHK), memanfaatkan program tersebut untuk mempromosikan salah satu anggota keluarganya yang menjadi calon anggota legislatif (caleg),” ungkapnya.

Namun kata Apriadi, oknum petugas PKH itu langsung mendapatkan teguran. Oknum itu terang Apriadi, diperingatkan jika masih tetap membandel, akan kita tindak dan berhentikan sebagai pendamping PKH. Imbauan ini juga urainya, telah diberitahukan kepada 200 pendamping PKH di Sumsel.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster