Security PT TEL Masih Mogok

 299 total views,  2 views today

MUARAENIM – Ratusan security PT Tel Pulp and Paper, sampai kemarin masih melakukan mogok. Pasalnya, jumlah pesangon yang harus dibayarkan PT Tangkas sebagai pihak ketiga yang ditunjuk PT Tel untuk rekrutmen tenaga security di perusahaan tersebut, sampai saat ini belum dibayarkan.

Hal itu disebabkan belum adanya titik temu, nilai pesangon yang harus dibayarkan. Baik Serikat Pekerja Security PT Tel maupun PT Tangkas, masih memegang pendirian masing-masing. “Kami masih melakukan aksi mogok, sebab tuntutan kami belum semuanya dipenuhi,” kata Ketua Serikat Pekerja Security PT Tel, Sarahim saat dibincangi, kemarin.

Menurut Sarahim, pada pertemuan semalam, memang sudah dilakukan pembahasan dan beberapa item sudah sepakat. Namun untuk masalah pesangon, belum ada kesepakatan. Pihaknya berpegang dengan UU No 13 tahun 2003, pasal 164 ayat 3. Dimana, dalam aturan tersebut, perusahaan harus membayar pesangon dua kali ketentuan pasal 156 ayat 2.

Namun kenyataannya, PT Tangkas masih kukuh hanya akan memberikan pesangon selama tiga bulan gaji. “Kita ini meminta hak, bukan tawar-menawar lagi. Aturannya memang seperti itu,” tegas Sarahim.

Terpisah, Manager PT Tangkas, Hairil mengatakan, hasil dari pertemuan semalam, hampir seluruh tuntutan dipenuhi seperti, gaji, fasilitas kesehatan, saldo jamsostek diberikan dan lainnya. Hanya saja terangnya, untuk nilai pesangon yang harus dibayarkan, belum ada kesepakatan.

“Gaji bulan April akan dibayar, klaim kesehatan sudah bisa diambil, saldo jamsostek sudah bisa diambil. Jika sepakat tiga bulan upah untuk pesangon, hari ini, saya perintahkan dibayar,” kata Hairil.

Permasalahan itu, lanjut Hairil, memang bermasalah dari sudut pandang cara penafsiran peraturan. Sebab pesangon itu terangnya, dibayarkan untuk tenaga kerja tetap. Sementara mereka sebutnya, adalah tenaga kerja kontrak. Mereka terang Hairil dikontrak selama dua tahun  sebagai tenaga security di PT Tel.

“Karenanya kami akan tetap berpegang hanya akan membayar upah diakhir kontrak, sebanyak tiga bulan gaji bukan enam bulan. Seandainya mereka (security) ingin menempuh jalur hukum, silahkan saja. Itu hak mereka,” tegasnya.

Sementara itu Humas PT Tel, Saleh mengatakan, hasil dari mediasi perselisihan antara security dengan PT Tangkas selaku sub kontraktor PT TeL, memang sudah ada kemajuan, namun masih ada satu item yakni masalah pesangon yang belum menemui kesepakatan.

“PT Tangkas mengacu UU No 13 ayat 2 c  tahun 2003, sedangkan pihak security mengacu pada UU No 13 Pasal 164 ayat 3 UU tahun 2003. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Muaraenim, menganjurkan untuk membayar enam bulan gaji sebab mereka (security) menggunakan PKWWT (perjanjian kerja waktu tidak tertentu), yakni terus menerus,” tukasnya.

 

Teks     : SISWANTO

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster