Polda Sumsel Persempit Peredaran Narkoba

 297 total views,  2 views today

ilustrasi (foto: Thinkstock)

ilustrasi

PALEMBANG – Setelah berhasil membekuk bandar besar narkoba, dengan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 3 kilogram, senilai Rp 5 Milyar, Direktur Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dedy Prasetyo, menegaskan pihaknya akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumsel.

“Kita akan terus berusaha untuk memberantas peredaran narkoba yang kini marak di wilayah seluruh Sumsel. Kita akan terus pantau dan perketat gerak-gerik bandar-bandar besar yang masih masih berkeliaran,” ungkap perwira melati tiga ini, Kamis (1/4/2014).

Dilanjutkan Dedy, penangkap bandar narkoba bernama Sony (39), di kediamannya yang berada dikawasan Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Rabu (30/4) sekitar pukul 11.30 WIB itu Bukanlah penangkapan bandar besar untuk pertama kalinya di wilayah Palembang.

“Sebelum tersangka Sony yang terbukti memilki sabu asal Propinsi Aceh dengan berat mencapai 3 Kg, Polresta Palembang dan Polda Sumsel juga pernah melakukan penangkapan bandar besar besar lainya, dengan barang bukti satu hingga dua Kilogram sabu dan kini tersangka sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negri (PN) Palembang,” tegas Dedy.

Dedy menambahkan, Sumsel menjadi salah satu provinsi yang menjadi target bisnis bandar narkoba. Ini dibuktikan dengan kian maraknya sabu dari provinsi lain yang masuk ke Sumsel. Jika sebelumnya sabu dari Aceh, maka sabu dari Medan kini sudah mulai merambah Sumsel.

“Buktinya, sabu tiga kilogram yang ditangkap jajaran Polresta Palembang bersumber dari Medan. Sebelumnya, Polda Sumsel juga sudah pernah membekuk pemilik sabu yang mengangkut sabu dari Aceh,” kata Deddy.

Tak ingin dua kejadian itu terulang, Deddy menegaskan, pihaknya akan meningkatkan razia dipintu-pintu masuk menuju Sumsel. Itu dilakukan guna mengantisipasi jaringan pemasok narkotika yang hendak mengedarkan ke Palembang dan Sumsel.

Untuk melakukan ini, masih kata Deddy, Polda Sumsel akan bekoordinasi dengan Bea Cukai yang bertugas di bandara dan Badan Narkotika Nasional. Pastinya, seluruh jajaran polri di lingkungan Sumsel akan dilibatkan untuk mencegah masuknya narkoba ke Sumsel.

Menurut Deddy, Palembang merupakan kota yang berkembang dimana jalurnya sangat terbuka serta rentan ditembus jaringan pengedar narkotika. Para bandar dengan leluasa memasukan dan mengedarkan barang haram tersebut  melalui jalur darat dan laut.

“Apalagi, Sumsel kini menjadi salah satu provinsi yang menjadi buruan pengusaha luar untuk membuka bisnis. Untuk peredaran narkotika, jaringan pengedar sering menggunakan transportasi darat,” tuturnya.

Mereka mengunakan mobil atau truk-truk besar yang membawa barang dan menyelipkan narkotika di barang-barang yang mereka bawa. Begitu tiba di perbatasan seperti di Jambi atau Bengkulu, narkotika diambil oleh kurir untuk diedarkan kepada pemesannya.

“Setelah masuk ke perbatasan pelaku mengedarkanya melalui kurir dengan mengunakan sepeda motor. Terbukti para kurir sering terjaring razia yang dilakukan anggota polisi. Biasnya, satu ditangkap lima yang berhasil kabur,” ungkapnya.

Transportasi laut juga dijadikan pengedar narkoba. Bisa dengan megunakan kapal di penyebragan.

“Kapal juga sering digunakan bandar untuk mengirim narkoba, namun hal ini belum mendominasi, untuk itu kita akan perketat razia dan sweping diperbatasan,” tukas Deddy.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster