Penyelenggara Siapkan Juri yang Netralitas

6 total views, 3 views today

ilustrasi juri pada MTQ

ilustrasi juri pada MTQ

PALEMBANG – Agar penilaian pada penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat internasional, tidak berat sebelah atau menguntungkan sebelah pihak, maka Kementerian Agama (Kemenag) dan LPTQ pusat menyiapkan enam dewan juri yang netral.

Hal ini diungkapkan Kepala biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Richard Cahyadi saat diwawancarai, kemarin.  “Ke enam dewan juri ini diambil dari negara-negara peserta yang mengikuti MTQ internasional ini,” kata Richard, kemarin.

Ke enam dewan juri pada penyelenggaraan MTQ internasional tersebut berasal dari enam negara yaitu Iran, Saudi Arabia, Yordania, Prancis, Uni Emirat Arab dan Indonesia. “Untuk dewan juri dari  Indonesia masih belum ditentukan oleh LPTQ pusat, kemungkinan akan ditunjuk setelah penyelenggaraan MTQ tingkat nasional,” jelas Richard.

Richard menjelaskan, untuk persiapan penyelenggaraan MTQ Internasional di Sumsel yang direncanakan akan diselenggarakan pada 23 September mendatang, sudah dipersiapkan pihaknya secara matang.

“Persiapan kita sudah matang, kepanitiaan sudah dibentuk dan pada pembukaan atau opening penyelenggaraan MTQ internasional kita pastikan akan meriah karena akan dihadiri artis, qori dan qori’ah terbaik dunia,” bebernya.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk lokasi penyelenggaraan MTQ internasional tersebut yaitu di Palembang Sport Convetion Center (PSCC). “Untuk pesertanya saat ini sudah 53 negara, itu akan bertambah terus seiring berjalannya waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Ahmad Najib menambahkan penyelenggaraan MTQ internasional tersebut akan mempertandingkan dua tangkai lomba yaitu Tilawah (membaca Al-Qur’an dengan berirama atau berlagu) dan Hafiz (Hafalan Al-Qur’an).

“Untuk perwakilan peserta dari Indonesia kita sudah meminta kepada Kemenag RI agar diwakili oleh qori dan qoriah terbaik dari Sumsel. Saya rasa itu akan disetujui, apalagi kita menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Untuk anggaran penyelenggaraan MTQ Internasional tersebut masih dalam proses perhitungan oleh pihaknya. Namun ia memprediksikan mencapai Rp 30 milyar, yang berasal dari APBD. Sedangkan dari APBN, berupa dukungan teknis seperti juri dan pemanggilan peserta. “Rp 30 milyar ini, masih kecil jika untuk penyiaran agama Islam,” ungkap Najib.

 

Teks     : IMAM MAHFUZ

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com