Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu Siap Dampingi Jokowi

3 total views, 1 views today

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

PALEMBANG – Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mengisyaratkan akan kesiapan dirinya untuk menjadi pendamping Joko Widodo alias Jokowi sebagai Calon Wakil Presidennya (Cawapres).

Hal ini diungkapkan Ryamizard selepas menjadi narasumber di seminar nasional dengan tema Stabilitas politik dan keamanan indonesia lima tahun kedepan yang dilaksanakan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), di Hotel Arista Palembang, Kamis (1/5). “Ya siaplah, saya pernah Danrem (044/Gapo) disini, untuk NKRI matipun saya siap,” katanya

Ryamizad mengungkapkan isu dirinya akan mendampingi Jokowi dari Capres PDIP itu, ia tidak telalu memikirkannya. Namun pada prinsipnya, kalau ada orang yang mau mengandengnya untuk membantu berjuang agar menang ia mau, akan tetapi jika mencalonkan dirinya tidak mungkin. “Masalah itu kita lihat saja, dan saya tidak mau berandai-andai dan biasa-biasa saja,”ucapnya.

Pria yang pernah menjadi orang nomor dua di lingkungan Kodam II Sriwijaya ini, mengungkapkan, jika ia dan ketua umum PDI P erjuangan, Megawati Soekarno Putri selalu berkomunikasi sejak belasan tahun, termasuk dengan Jokowi.

“Komunikasi dengan PDIP sudah lima belas tahun lalu dan tidak membicarakan apa-apa soal pemilu termasuk cawapres. Saya ketemu ibu Mega, karena lama tidak ketemu saja,” ungkapnya.

Disinggung soal sosok Jokowi, Ryamizard menyatakan Gubenur DKI Jakarta itu, merupakan oarang yang sederhana. “Jokowi itu orangnya sederhana saja,” terangnya.

Ditambahkan Ryamizard, negara Indonesia saat ini memerlukan pemimpin yang memiliki kebijakan pro rakyat dan bisa memimpin negara yang besar ini. “Sosok pemimpin kedepan adalah yang berani dan tegas. Bisa mengambil keputusan tanpa ragu-ragu,” tegasnya.

Dalam seminar yang dihadiri mahasiswa Unsri dan beberapa tokoh masyarakat di Palembang, menantu mantan Wakil Presiden (Wapres) Tri Sutrisno ini, mengungkapkan selain tegas dan berani pemimpin suata negara haruslah bertuhan, bukan karena didasarkan agama suatu negara. “Pemimpin harus bertuhan, dan bukan negara atas. agama, tetapi orang-orang beragama,”bebernya.

Ryamizard yang pernah menjabat sebagai Danrem 044/Gapo ini, menceritakan sejarah kerajaan Sriwijaya yang tidak menganut kerajaan budha meskipun pemimpin dan masyarakatnya banyak menganut agama Budha.

Hal yang sama saat pemerintahan kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh raja beragama Hindu. “Sekarang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang agamanya sekarang macam-macam, ada Islam, kristen, katolik, budha, hindu dan lainnya itulah Indonesia.

Kalau kita tidak mengakui itu, maka bukan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Ryamizard mengungkapkan, apapun peran seorang pemimpin menentukan arah suatu bangsa, dan pemimpin harus bisa bersaing secara global. “Sekarang persaingan globalisasi, yang kuat ia menang dan bisa menjajah, demi memanfaatkan sumber daya alam suatu negara. Jadi tergantung pemimpinnya, persaingan globalisasi tidak bisa dihindari tapi dihadapi, dengan teguh persatuan kita untuk menjadi kekuatan, jangan memecah belah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Eddy Santana Putra (ESP) yang hadir dalam seminar tersebut mengungkapkan secara pribadi, ia mendukung Ryamizard sebagai pendamping Jokowi.

Namun jika dari sikap partai, PDIP menyerahkannya ke ketua umum partai. “Secara pribadi dan orang sumsel saya mendukung wacana pak Ryamizard yang juga orang Sumsel untuk mendampingi Jokowi, namun untuk partai kita serahkan ke ibu Megawati,” tukasnya.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Editor    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com