ESP Sebut Pemilu 2014 Ambruladul

6 total views, 3 views today

PALEMBANG – Walau menjadi partai pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 di Sumatera Selatan (Sumsel), namun PDI Perjuangan tidak puas dengan hasil Pemilu. Ketidakpuasan itu kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Eddy Santana Putra (ESP), karena banyaknya kecurangan yang terjadi di Pemilu.

Menurut mantan Wali Kota Palembang ini, dalam pelaksanaan Pemilu 2014, hanya pada saat pemungutan suara saja yang bagus. “Saya bangga dengan kader-kader PDI Perjuangan, sehingga kami bisa merebut 13 kursi di DPRD Sumsel. Namun saya tidak puas, karena banyak kecurangan terjadi,” kata Eddy yang dibincangi disela-sela seminar nasional stabilitas politik dan keamanan indonesia lima tahun kedepan yang diselenggarakan Fakultas Hukum (FH) Unsri, Kamis (1/5) di Hotel Arista Palembang.

Eddy menyebut, kecurangan-kecurangan itu terjadi mulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kecurangan pun terang Eddy terjadi antar sesama calon anggota legislatif (caleg) dalam satu partai, sampai ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). “Buktinya, mencari C1 saja begitu sulit. Bahkan ada indikasi, C1 itu dibuat sendiri. Itu kan bisa di cetak sendiri,” ungkap Eddy.

Eddy bahkan menyebut, perolehan suara partai berlambang kepala banteng dalam lingkaran ini di Sumsel, juga banyak yang hilang. Ia memastikan, jika perolehan suara PDI Perjuangan hasilnya jauh dibandingkan dengan partai lain, itu tegas Eddy karena ada kecurangan.

“PDI Perjuangan harusnya mendapatkan lebih dari 13 kursi di DPRD Sumsel. Harusnya kami mendapatkan 15 kursi, namun ada 2 kursi yang hilang yakni di dapil Pagaralam, Lahat dan Empat Lawang serta dapil Banyuasin,” tudingnya. .

Ada kemungkinan kecurangan ini sebut Eddy, akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Namun kami, masih mengumpulkan bukti-bukti kecurangan tersebut,” tukasnya.

Sebelumnya Ketua KPU Sumsel, Aspahani menyebut tidak menutup mata ada kecurangan-kecurangan yang terjadi ditingkat bawah. Karenanya saat pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat provinsi lalu, KPU Sumsel sempat membuka kotak suara untuk Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang.

“Saat dibuka kotak suara, suara parpol ada yang naik dan turun. Karenanya kita coba tawarkan, untuk buka semua kotak suara ternyata saksi parpol tidak mau. Kesalahan-kesalahan data ditingkat bawah ini, jangan-jangan sengaja dikondisikan,” terangnya.

Aspahani juga tidak menapik, ada usaha jual-beli suara. Bahkan kata dia, KPU Sumsel memiliki bukti rekaman ada usaha tawar menawar untuk jual beli suara. “Karenannya, caleg yang diprediksi terpilih jangan dulu bergembira. Hasil rekap ini, masih akan dibawa ke KPU RI untuk di plenokan. Jika masih terjadi sengketa dan tidak selesai di pleno KPU RI, maka penyelesaian sengketa ini akan dilakukan ditingkat Mahkamah Konstitusi (MK),” tukasnya.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com