Panas di Palembang Ekstrim Capai 31-34 Derajat Celcius

 523 total views,  2 views today

cuaca panas di palembang

cuaca panas di palembang

PALEMBANG – Tempratur suhu di Kota Palembang, dinilai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Kenten Palembang, dalam kondisi ekstrim. Kondisi ini menurut Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi BMKG Kelas II Kenten, Indra Purnama, disebabkan posisi matahari berada di garis Khatulistiwa Indonesia.

Akibatnya, cuaca di Palembang dan sekitarnya menjadi lebih panas pada siang hari.  “Dari posisi matahari saat ini, maka suhu udara akan meningkat dan cuaca akan menjadi lebih panas,” kata Indra, Senin (28/4/2014).

Indra mengatakan, pada siang hari suhu udara di kota yang dibelah Sungai Musi ini mencapai 31-34 derajat celcius. “Sedangkan pada malam hari suhu udara berkisar antara 24-25 derajat celcius. Panasnya suhu udara pada siang hari ini, menyebabkan tingkat penguapan yang tinggi. Sehingga, pada sore hari terjadi awan. Akibatnya, pada malam hari sering diguyur hujan yang cukup tinggi,” bebernya.

Menurutnya, kondisi ini, diperkirakan akan teradi hingga awal Mei mendatang. Selanjutnya akan memasuki musim pancaroba, dari musim hujan ke musim panas. “Sekitar Juni, kita sudah memasuki musim panas,” jelasnya.

Indra menghimbau, dengan cuaca seperti sekarang ini, masyarakat diharapkan untuk selalu waspada. Salah satunya dengan selalu membawa payung. Karena, baik cuaca panas ataupun hujan, payung akan cukup membantu dalam melindungi diri.

“Begitupula bagi para pengendara sepeda motor untuk selalu menggunakan jaket ataupun menyiapkan jas hujan. Artinya, bagaimanapun kondisi cuaca, kita harus siap siaga. Agar, tidak mengalami hambatan dalam beraktifitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (PSP) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan, pada saat memasuki musim pancaroba, masyarakat diminta untuk selalu mewaspadai berbagai penyakit. “Seperti diare, Inpeksi saluran Pernafasan Akut (ISPA) ataupun Demam Berdarah Dangue (DBD) dan lainnya,” bebernya.

Umumnya terang Indra, dari berbagai jenis penyakit itu, Demam Berdarah Dengue (DBD) lah yang paling patut diwaspadai. Pasalnya penyakit yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut, lebih mendominasi terjadi. Karena pada saat musim pancaroba, banyak terjadi genangan air yang menjadi tempat bersarangnya jentik-jentik nyamuk. “Kami himbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan membersihakan genangan air yang ada. Sehingga, jentik-jentik nyamuk tidak berkembang biak,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya lagi, masyarakat diminta untuk melakukan gerakan 3 M. Yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan menaburkan bubuk abate pada bak mandi. “Dengan demikian, diharapkan penularan DBD dapat diminimalisir. Bila memang anak mulai demam panas maka hendaknya segera dibawa ke pusat kesehatan terdekat,” tukasnya.

 

Teks     : ALAM TRIE PUTRA

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster